BORNEONEWS, Sampit – Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Zainuddin, menyoroti potensi besar komoditas kelapa di wilayah selatan Kotim, khususnya di Kecamatan Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, dan Pulau Hanaut.
Ia meminta agar pemerintah daerah memberikan perhatian serius, termasuk dalam bentuk program peremajaan dan bantuan pertanian.
“Alhamdulillah, setelah kami tinjau langsung ke lapangan, kami melihat prospek kelapa di wilayah selatan sangat menjanjikan. Ini harus terus dipertahankan. Pemerintah perlu hadir membantu masyarakat dalam merawat dan membersihkan lahan agar produksi tetap optimal,” ujar Zainuddin, Kamis, 5 Juni 2025.
Pernyataan itu disampaikannya usai kunjungan ke pabrik pengolahan kelapa di Desa Handil Sohor. Dalam kunjungan tersebut, ia menilai kelapa dari wilayah selatan Kotim memiliki kualitas yang baik dan nilai jual yang kompetitif. Saat ini, kelapa kelas A dengan berat sekitar 1 kilogram dihargai Rp4.800 per buah di pabrik.
Zainuddin menekankan pentingnya peremajaan pohon kelapa, mengingat sebagian besar tanaman di wilayah tersebut sudah berusia puluhan tahun, yakni 20-25 tahun, bahkan ada yang mencapai 50 tahun. Pohon yang terlalu tua akan mengurangi produktivitas dan kualitas hasil panen.
“Kelapa di Samuda, Teluk Sampit, dan sekitarnya banyak yang sudah berusia 20 sampai 50 tahun. Ini perlu segera diremajakan. Kami imbau masyarakat membentuk kelompok tani agar ketika ingin mengajukan bantuan bibit kelapa ke pemerintah pusat atau provinsi, prosesnya lebih mudah,” ujarnya.
Tak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan petani, sektor kelapa juga diyakini mampu menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan.
Saat ini pabrik pengolahan kelapa di Handil Sohor telah mempekerjakan sekitar 300 orang. Zainuddin optimis jika kapasitas produksi ditingkatkan, kebutuhan tenaga kerja pun akan bertambah.
“Jika pabrik mampu mengolah 100 hingga 200 butir kelapa per hari, peluang kerja akan semakin besar bagi masyarakat sekitar,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Zainuddin menegaskan dukungan penuh DPRD Kotim terhadap upaya pengembangan sektor kelapa. Menurutnya, sektor ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi desa jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
“Kami di DPRD Kotim siap mendukung pemerintah daerah dalam mengembangkan komoditas kelapa. Ini bukan hanya soal pertanian, tapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat, kemandirian pangan, dan penyerapan tenaga kerja,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









