KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Menyambut datangnya Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah anggota DPRD Kapuas Muhammad Yusuf mengingatkan panitia kurban untuk lebih selektif dalam memastikan kondisi kesehatan hewan kurban.

Menurut Yusuf, hewan yang akan dikurbankan harus memenuhi syarat sah menurut syariat Islam—antara lain sehat, tidak cacat, cukup umur, dan bebas dari penyakit. 

"Penting bagi panitia kurban, baik di masjid, mushola, maupun lembaga sosial, untuk memastikan hewan yang disembelih benar-benar layak dari sisi kesehatan dan sesuai aturan agama," ujarnya di Kuala Kapuas, Kamis, 5 Juni 2025.

Politisi dari Partai NasDem ini menekankan bahwa aspek kesehatan hewan menjadi hal krusial, karena selain berdampak pada kesahihan ibadah kurban, juga menyangkut keamanan konsumsi masyarakat.

Ia mendorong adanya pengawasan intensif dari instansi teknis seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, termasuk keterlibatan aktif dokter hewan dalam melakukan pemeriksaan sebelum penyembelihan. 

“Kerja sama dan koordinasi antara panitia kurban dan dinas terkait sangat penting untuk menjamin pelaksanaan kurban yang aman dan berkualitas,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Kapuas I (Kecamatan Selat), Muhammad Yusuf juga mengingatkan agar penyembelihan dilakukan secara syar’i, yaitu oleh juru sembelih yang memiliki pengetahuan tentang tata cara penyembelihan sesuai ajaran Islam.

Tak kalah penting, ia menekankan agar aspek kebersihan dan sanitasi lingkungan tetap dijaga selama pelaksanaan kurban, guna menghindari potensi pencemaran lingkungan dan menjaga kenyamanan masyarakat sekitar. 

"Dengan penerapan prosedur yang benar, kita harapkan pelaksanaan Idul Adha tahun ini berlangsung lancar, khidmat, dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Kapuas," pungkas Yusuf.