BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya diminta Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi untuk terus melakukan penguatan sektor jasa dan penciptaan iklim investasi yang kondusif sebagai bagian dari strategi menuju kemandirian fiskal daerah.
Langkah ini dinilainya, krusial untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat dan memperkuat struktur ekonomi lokal.
Kota Palangka Raya ujar Subandi sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah memiliki potensi besar dalam sektor jasa, mulai dari perdagangan, perhotelan, kuliner, hingga layanan keuangan. Optimalisasi sektor ini dinilai dapat menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang berkelanjutan.
Menurutnya, salah satu upaya yang perlu terus ditingkatkan adalah penyederhanaan regulasi, kemudahan perizinan, dan jaminan kepastian hukum bagi investor.
“Jika iklim investasi kondusif dan sektor jasa berkembang, maka peluang penciptaan lapangan kerja akan semakin besar, dan secara otomatis akan berdampak positif terhadap PAD,” ujar Subandi, Kamis, 5 Juni 2025.
Selain itu, ia menganjurkan Pemko untuk mempercepat digitalisasi layanan publik, pengembangan kawasan perdagangan, serta pelatihan pelaku UMKM agar mampu bersaing di era ekonomi digital.
Langkah-langkah ini sejalan dengan visi pembangunan daerah untuk mewujudkan kemandirian fiskal yang kuat, di mana pendapatan daerah berasal dari potensi lokal yang dioptimalkan secara efisien dan berkelanjutan.
“Kemandirian fiskal bukan hanya soal menaikkan pendapatan, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi lokal yang sehat dan responsif terhadap kebutuhan zaman,” tegasnya.
Dukungan dari semua pihak, baik legislatif, eksekutif, maupun dunia usaha, sangat dibutuhkan untuk mendorong Palangka Raya menjadi kota modern yang mandiri secara ekonomi dan inklusif dalam pembangunan. (MARINI/j)









