BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Komisi III DPRD Palangka Raya, Sigit Widodo, menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi dunia pendidikan, khususnya berkaitan dengan keberadaan dan kesejahteraan tenaga pendidik.
Menurutnya, penanganan kekurangan guru, peningkatan kesejahteraan guru honorer, serta peningkatan kualitas tenaga pengajar harus menjadi fokus perhatian bersama.
Sigit menjelaskan bahwa di beberapa sekolah, terutama yang berada di kawasan pinggiran atau daerah terpencil, masih ditemukan kekurangan guru. Kondisi ini berdampak pada beban kerja yang tidak seimbang serta menurunnya kualitas pembelajaran.
“Kekurangan guru merupakan persoalan mendasar. Pemerintah daerah perlu segera melakukan pemetaan kebutuhan dan mengupayakan pengadaan tenaga pendidik melalui rekrutmen ASN maupun PPPK,” ujar Sigit, Kamis, 5 Juni 2025.
Selain itu, ia juga menyoroti kesejahteraan guru honorer yang menurutnya masih jauh dari layak. Padahal, mereka memiliki peran penting dalam mendukung sistem pendidikan, terutama saat jumlah guru ASN masih terbatas.
--page
“Guru honorer harus diberi perhatian, baik dari segi upah maupun jaminan sosialnya. Mereka berjasa besar, tapi sering kali tidak mendapatkan penghargaan yang sepadan,” tegasnya.
Sigit juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru melalui pelatihan, workshop, dan program pengembangan kompetensi secara berkala. Ia menyebut, kualitas guru sangat menentukan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
“Investasi di sektor pendidikan berarti juga investasi pada guru. Mereka harus dibekali dengan keterampilan mengajar yang sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik,” tambahnya.
Komisi III DPRD Palangka Raya, ujarnya berkomitmen untuk terus mendorong perbaikan sistem pendidikan, khususnya yang menyangkut kesejahteraan dan penguatan kapasitas guru.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya dapat terus ditingkatkan demi kemajuan pendidikan di Palangka Raya. (MARINI/y)









