BORNEONEWS, Palangka Raya - Keuskupan Palangka Raya menggelar pelatihan "Standar Kemanusiaan Caritas untuk Tim Kesiapsiagaan Paroki" pada Jumat hingga Minggu, 6-8 Juni 2025. Acara Pertemuan Thrive Keuskupan Palangka Raya ni berlangsung di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya dan diikuti oleh 44 peserta.
"Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas tim kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat serta krisis kemanusiaan," kata Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr DR Aloysius M Sutrisna Atmaka, MSF membuka kegiatan tersebut.
Dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat, peserta difasilitasi untuk berperan aktif dalam diskusi dan simulasi yang memungkinkan mereka memahami serta menerapkan standar kemanusiaan dalam pelayanan gereja.
Tim Kesiapsiagaan dari Caritas Indonesia menghadirkan fasilitator Salomo Samosir untuk membimbing peserta dalam materi utama pelatihan. Dengan pengalaman yang luas dalam bidang kemanusiaan, ia menjelaskan strategi kesiapsiagaan dan prinsip-prinsip fundamental yang harus diterapkan dalam berbagai kondisi darurat di komunitas masing-masing.
"Materi pelatihan mencakup berbagai aspek, mulai dari standar kemanusiaan, pendekatan berbasis hak, hingga strategi koordinasi dan respons cepat dalam menghadapi bencana," kaya Salomo.
Peserta tidak hanya mendapatkan teori tetapi juga terlibat dalam simulasi praktis untuk mengasah keterampilan dalam menangani situasi darurat secara efektif.
Selama tiga hari berlangsungnya kegiatan, peserta akan mengikuti berbagai sesi mulai dari diskusi hingga praktik langsung menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman mendalam serta kesiapan mereka dalam menerapkan prinsip-prinsip kemanusiaan Caritas dalam aksi nyata di lapangan.
"Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan paroki dalam merespons berbagai tantangan kemanusiaan. Dengan pengetahuan yang diperoleh, peserta diharapkan mampu berkontribusi secara maksimal dalam upaya membantu komunitas yang terdampak krisis, serta memastikan adanya respons kemanusiaan yang cepat, tepat, dan berlandaskan nilai-nilai solidaritas," tutur Uskup Aloysius lagi. (TESTI PRISCILLA/H)









