PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pelatihan "Standar Kemanusiaan Caritas untuk Tim Kesiapsiagaan Paroki" yang berlangsung di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya resmi dibuka oleh Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr DR Aloysius M Sutrisna Atmaka, MSF, pada Jumat, 6 Juni 2025. Sebagai Dewan Pembina dan Pendiri Caritas Indonesia, Uskup Aloysius menekankan pentingnya standar kemanusiaan dalam pelayanan gereja.

Dalam sambutannya, Uskup Aloysius menggarisbawahi bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya gereja dalam meningkatkan kesiapsiagaan komunitas terhadap berbagai krisis kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa prinsip solidaritas dan kepedulian terhadap sesama adalah inti dari ajaran sosial gereja yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelatihan ini tidak hanya diadakan di Keuskupan Palangka Raya, tetapi juga menjadi bagian dari Program Thrive yang dilaksanakan di enam keuskupan lainnya. Keuskupan Tanjung Karang, Denpasar, Labuan Bajo, Malang, dan Purwokerto turut menggelar pelatihan serupa untuk memperkuat kapasitas tim kesiapsiagaan paroki dalam merespons berbagai tantangan sosial dan kemanusiaan.  

"Program Thrive sendiri bertujuan untuk meningkatkan ketahanan komunitas gereja dalam menghadapi kondisi darurat dan memperkuat keterlibatan sosial dalam membantu masyarakat terdampak krisis," katanya.

Dengan adanya pelatihan ini, gereja di enam keuskupan yang terlibat diharapkan dapat membangun sistem tanggap darurat yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Selain membuka acara, Uskup Aloysius juga turut memberikan materi mengenai Ajaran Sosial Gereja kepada para peserta. Ia menjelaskan bagaimana ajaran gereja mengajarkan nilai-nilai keadilan sosial, kesejahteraan bersama, dan tanggung jawab moral dalam menghadapi berbagai situasi krisis. Materi ini menjadi bagian penting dalam membentuk pemahaman peserta terkait peran gereja dalam aksi kemanusiaan.

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang disampaikan oleh Uskup Aloysius. Diskusi yang berlangsung dalam sesi tersebut memperlihatkan bagaimana ajaran sosial gereja dapat diimplementasikan dalam berbagai situasi, mulai dari penanggulangan bencana hingga upaya pemberdayaan komunitas.

Dengan berakhirnya sesi pembukaan dan penyampaian materi dari Uskup Aloysius, pelatihan berlanjut dengan berbagai sesi yang lebih mendalam. Peserta akan mendapatkan pelatihan teknis, simulasi, serta strategi dalam membangun kesiapsiagaan berbasis komunitas yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran sosial gereja.

Pelatihan ini menjadi langkah penting bagi gereja dalam memperkuat perannya sebagai pusat solidaritas dan aksi kemanusiaan. Dengan keuskupan-keuskupan yang terlibat dalam Program Thrive, diharapkan semakin banyak komunitas yang siap menghadapi tantangan kemanusiaan dengan pendekatan yang berbasis nilai, keadilan, dan kepedulian sosial. (TESTI PRISCILLA/H)