BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menekankan makna Idul Adha 1446 Hijriah yang jauh melampaui sekadar perayaan keagamaan semata, ia mengajak seluruh umat Muslim di Kota Palangka Raya untuk merenungkan nilai-nilai spiritual dan sosial yang terkandung di dalamnya.
Idul Adha, menurutnya, adalah momentum untuk meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan keteguhan hati Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Lebih lanjut, Wali Kota Fairid Naparin menjelaskan bahwa esensi kurban tidak hanya terletak pada proses penyembelihan hewan.
"Makna kurban sesungguhnya adalah bagaimana kita mampu mengorbankan ego, keserakahan, dan kepentingan pribadi demi kepentingan bersama," ujarnya Jumat, 6 Juni 2025
Hal ini menekankan pentingnya nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam menjalankan ibadah kurban.
Sebagai wujud nyata komitmen dan kepedulian Pemerintah Kota Palangka Raya terhadap masyarakat, tahun ini disalurkan sejumlah hewan kurban untuk didistribusikan kepada yang membutuhkan.
Sebanyak 74 ekor sapi dan 16 ekor kambing telah disiapkan untuk dibagikan kepada berbagai masjid, musala, dan lembaga sosial di wilayah Kota Palangka Raya.
Penyaluran hewan kurban ini dilakukan dengan pertimbangan agar distribusi berjalan adil dan tepat sasaran, sehingga dapat menjangkau warga yang benar-benar berhak menerimanya.
Pemerintah Kota Palangka Raya berharap agar bantuan ini dapat meringankan beban dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang kurang mampu.
Harapannya, melalui kegiatan kurban ini, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial semakin tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kota Palangka Raya.
"Idul Adha bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya berbagi dan saling membantu sesama," pungkasnya. (PATHUR/H)









