BORNEONEWS, Sampit – Menjelang tahun ajaran baru, menjadi salah faktor meningkatnya penjualan emas masyarakat. Pasalnya sebagian besar masyarakat khususnya yang memiliki anak sekolah berupa untuk memenuhi kebutuhan mereka.
"Memang jelang tahun ajaran baru ini banyak masyarakat yang menjual emasnya," ujar H. Darsani pemilik Toko Emas Mitra Baru di Pasar PPM Sampit, Sabtu, 7 Juni 2025.
Ia menyebut tingginya masyarakat menjual emas mereka sebagian besar untuk mencukupi kebutuhan pendidikan anaknya. Namun, bedasarkan pengamatannya, sebagian besar emas yang dijual memiliki kadar rendah, di bawah 999, yakni 375 dan 700.
"Emas yang dijual itu seperti 375, 700 . Kalau yang 999 jarang," imbuhnya. Ia mengungkapkan untuk harga beli yang ditawarkan toko mengikuti harga emas terbaru. Akan tetapi kondisi emas yang dijual juga menjadi pertimbangan.
"Harga beli kita sesuaikan dengan harga emas terbaru. Tapi kita juga lihat kondisi barangnya. Kalau emasnya banyak rusak, ya potongannya banyak," jelasnya.
Ia menambahkan jika kondisi barang masih bagus dan tidak ada kerusakan maka harga mengikuti nota atau lebih tinggi sesuai dengan harga emas terbaru.
"Jadi kalau barangnya banyak rusak, ya untung sedikit. Tapi kalau barangnya masih bagus, ya untungnya lebih banyak."
Berbeda halnya dengan emas jenis Amerika. Untuk jenis emas ini, kondisi fisiknya tidak terlalu berpengaruh pada harga jual.
"Emas Amerika itu beda. Kita tidak lihat modelnya, tidak lihat kerusakannya karena memang sudah ada upahnya saat pembelian sebelumnya," terang H. Darsani. (DEVIANA/R)









