SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit –  Timbunan sampah di depo yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih didominasi oleh sampah plastik. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim, Marjuki, mengungkapkan bahwa sampah plastik mencapai sekitar 25 persen dari total sampah yang masuk ke TPA.

"Sampah plastik kalau diprosentasikan sekitar 25 persen dari sampah yang ada," ungkap Marjuki, Sabtu, 7 Juni 2025.

Ia menambahkan bahwa tingginya persentase sampah plastik ini disebabkan oleh gaya hidup masyarakat saat ini. Sebagian besar kemasan kebutuhan masyarakat terbuat dari bahan plastik. 

Untuk mengatasi permasalahan ini, DLH Kotim telah melakukan beberapa langkah.  

"Terus terang sekarang ini sampah itu campur aduk, tapi kita mulai memilah di sejumlah TPA sejak satu minggu ini," ujarnya.  

Selain memilah sampah, DLH Kotim juga telah menggeser jadwal pembuangan sampah. Pihaknya menetapkan jam pembuangan sampah. Masyarakat dapat membuang sampah ke depo diatas jam 12.000 Wib. 

"Sekarang kita juga mulai menggeser jadwal pembuangan sampah. Surat edaran bupati sudah dibuat dan disebar. Sehingga kami melakukan pengawasan di setiap tempat pembuangan sampah, tidak ada pembuangan sampah dari pagi hingga pukul 12.00 WIB. Jadi di atas jam itu masyarakat baru boleh buang sampah," jelasnya.

Marjuki juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mengurangi sampah plastik. Masyarakat harus memilah sampah plastik dengan yang non plastik. 

Ia juga meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, terutama saat berbelanja. 

"Kalau belanja harus membawa tas sendiri, setidaknya dengan cara itu produksi sampah plastik kita berkurang. Sehingga produksi sampah plastik kurang, apalagi," tutupnya. (DEVIANA/j)