BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur (Kotim) Mentana Dhinar Tistama mengungkapkan Pemkab Kotim tengah menyiapkan jalan alternatif jika pengembangan Bandara Haji Asan Sampit mengharuskan jalan di ujung landasan pacu ditutup.
"Rencana penutupan jalan di ujung landasan pacu itu masih dikaji. Yang pasti, untuk penutupan itu kewenangan pihak bandara, bukan kewenangan kita pemerintah daerah," katanya, Sabtu, 7 Juni 2025.
Jalan di ujung landasan pacu Bandara Haji Asan Sampit merupakan akses bagi warga Kampung Bangkirai Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang untuk menuju pusat kota. Jalan tersebut tepat berada di ujung area landasan pacu bandara yang lokasinya tidak jauh dari Sungai Mentaya.
Pemkab Kotim berencana melakukan pengembangan bandara. Sementara dalam pengembangan bandara tersebut Kementerian Perhubungan menekankan tentang keselamatan penerbangan. Salah satu yang ditegaskan adalah terkait keberadaan jalan di ujung bandara yang dinilai perlu dipertimbangkan keberadaannya karena berisiko jika landasan pacu sudah diperpanjang.
"Jalan di ujung landasan pacu status kepemilikannya merupakan aset Bandara Haji Asan Sampit, bukan milik pemerintah daerah. Jadi apapun, itu terserah pihak bandara karena terkait keselamatan penerbangan. Kita serahkan kepada pihak bandara nanti baiknya bagaimana," kata Mentana.
Mentana menegaskan, pemerintah daerah tetap mencari solusi yang terbaik dengan tetap mendukung bahwa pengembangan bandara tetap menjadi prioritas utama.
Ia mengungkapkan, jika jalan di ujung bandara itu ditutup, maka dipastikan dilakukan melalui tahapan-tahapan yang semestinya. Pemerintah tetap memerhatikan aspirasi masyarakat, khususnya warga Kampung Bangkirai yang akan terdampak.
"Ada alternatif jalan sepanjang 1,7 kilometer dari Kampung Bangkirai menuju Jalan Tjilik Riwut. Saat ini kondisinya memang masih berupa jalan tanah dan kalau jalan itu yang digunakan maka akan ditingkatkan," ungkapnya.
Selain itu, jika terjadi penutupan oleh pihak bandara untuk pengembangan bandara, maka nanti pemerintah daerah akan menyiapkan terlebih dahulu jalan alternatif tersebut, sebelum jalan di ujung landasan pacu benar-benar ditutup.
"Kita siapkan dulu akses masyarakat. Paling tidak, itu harus fungsional yang enak, serta keselamatan dan kenyamanan pemakai jalan bisa terpenuhi. Jalannya ditingkatkan dulu," terangnya. (DEVIANA/j)









