BORNEONEWS, Sampit – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam menerima informasi. Hal ini terkait isu yang beredar beberapa waktu lalu terkait penggunaan dana zakat untuk pembelian mobil operasional oleh BAZNAS Kota Tasikmalaya.
Ketua BAZNAS Kotim Sutimin mengatakan, pembelian mobil operasional oleh BAZNAS Kota Tasikmalaya bukan berasal dari dana zakat. Melainkan dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tasikmalaya. Hal ini, menurutnya, telah disampaikan secara resmi oleh pihak BAZNAS Kota Tasikmalaya dan dapat dibuktikan melalui dokumen resmi anggaran.
“Masyarakat perlu mengetahui bahwa operasional lembaga zakat seperti BAZNAS memiliki dasar hukum yang jelas. Dana operasional dapat berasal dari APBD, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014,” ujar Sutimin, Sabtu, 7 Juni 2025.
Sutimin menambahkan, penting bagi masyarakat untuk tidak terburu-buru dalam menyimpulkan suatu informasi, apalagi yang menyangkut lembaga keagamaan seperti BAZNAS. Ia juga menekankan bahwa pihaknya mendukung penuh prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
"Kami berharap klarifikasi ini dapat memperjelas duduk perkara dan meredam kesalahpahaman publik. Mari bersama-sama menjaga integritas lembaga zakat demi keberlangsungan pelayanan yang amanah dan profesional kepada mustahik,” ujarnya.
Selain itu, BAZNAS Kotim juga menyampaikan sejumlah program nyata yang telah dan sedang berjalan, di antaranya program pendayagunaan ekonomi yaitu dengan memberikan bantuan modal usaha bagi Mustahik, bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang tidak mampu, dan bantuan biaya pendidikan bagi guru agama untuk sertifikasi.
Juga, bantuan kemanusiaan seperti bencana kebakaran, bantuan biaya pemulangan orang terlantar yang direkomendasikan dari rumah singgah Dinsos Kotim, kemudian dari Program Baznas RI berupa bantuan Rehap Rumah Layak Huni mustahik yang mana Kotim mendapat dukungan 8 unit rumah dengan biaya per unitnya 25jt serta bantuan sandang pangan juga bagi mustahik yang membutuhkan.
"Semoga dengan adanya kerjasama seluruh masyarakat Kotim dalam menyalurkan zakat, infak dan sedekah melalui Baznas Kotim, secara tidak langsung kita dapat bersama mengentaskan kemiskinan dan membantu pemerataan kesejahteraan masyarakat di daerah ini," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









