BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Sebanyak 1.612 jamaah haji reguler asal Provinsi Kalimantan Tengah dilaporkan dalam keadaan sehat dan aman saat menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Informasi ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, H Hasan Basri.
"Untuk jemaah Kalimantan Tengah secara umum, berdasarkan info dari ketua kloter yang ada di sana, dari 1.612 yang dibagi menjadi kloter 3, 4, 5 dan 6, alhamdulillah sehat semua," ujar Hasan Basri, Sabtu, 7 Juni 2025.
Ia menyebutkan bahwa hanya beberapa jemaah yang mengalami gangguan kesehatan, dan itu pun sudah terjadi sebelum rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dimulai. Namun, para jamaah yang sakit tetap dapat melaksanakan ibadah dengan bantuan dari panitia.
"Terkecuali ada beberapa orang yang sakit, memang dari awal sebelum Armuzna, tapi sudah dibantu oleh panitia untuk dibadalkan ," lanjutnya.
Secara khusus, Hasan Basri juga menginformasikan kondisi jamaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Barat. Berdasarkan laporan dari pemimpin ibadah yang mendampingi rombongan Kobar, seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan telah menyelesaikan beberapa prosesi penting.
"Khusus untuk jamaah Kotawaringin Barat, tadi kami sudah komunikasi dengan pemimpin ibadah yang dari Kobar, alhamdulillah semua sehat. Mereka sudah juga melaksanakan jumrah Aqabah, dan nantinya akan melakukan pelontaran di hari tasyrik yaitu ula, wusto, dan aqabah," jelasnya.
Lebih lanjut, Hasan Basri mengatakan bahwa rangkaian ibadah hampir selesai. Jamaah tinggal menunggu giliran untuk kembali ke Makkah guna melaksanakan tawaf ifadah, yang menjadi salah satu rukun haji.
"Besok pagi itu rangkaian terakhir, setelah itu tinggal menunggu nomor awal jemputan bus untuk pulang ke Makkah dan melakukan tawaf," katanya.
Terkait beredarnya berbagai informasi di media sosial soal situasi haji tahun ini, Hasan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing. Menurutnya, secara umum kondisi jamaah haji asal Kalimantan Tengah cukup kondusif, berkat layanan dari syarikah atau penyedia layanan haji Sana Masharikh (SNA).
"Kalau kita membaca di media sosial, banyak berita yang bervariasi karena penyesuaian dari kebijakan Arab Saudi terkait banyaknya syarikah tahun ini yang melayani haji untuk Indonesia. Tapi alhamdulillah untuk kita, tidak ada permasalahan signifikan karena jamaah Kalimantan Tengah syarikah-nya SNA, Sana Mashrikh" ungkapnya. (DANANG/J)









