SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat jika kasus Covid-19 kembali ditemukan. Salah satu bentuk kesiapan tersebut adalah melalui pengalokasian anggaran penanganan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

“Kesehatan adalah urusan wajib yang harus kami utamakan. Jika memang ada instruksi dari pemerintah pusat terkait vaksinasi atau penanganan lanjutan Covid-19, tentu akan kami tindak lanjuti,” kata Bupati Kotim, Halikinnor, Senin, 9 Juni 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul terbitnya Surat Edaran dari Kementerian Kesehatan RI yang ditujukan kepada seluruh Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pemangku kepentingan. Edaran tersebut memuat instruksi peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 dan potensi wabah penyakit lainnya.

Halikinnor menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus baru di wilayah Kotim. Namun demikian, pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait sebagai upaya preventif.

“Kami siap mengikuti aturan baru jika nanti ada vaksin sejenis yang perlu dilaksanakan kembali. Anggarannya akan kami siapkan dalam APBD perubahan, karena kesehatan itu tidak ternilai harganya,” tegasnya.

Selain antisipasi terhadap Covid-19, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya penguatan sistem jaminan kesehatan masyarakat melalui program BPJS dan upaya pencegahan penyakit secara umum.

“Kenapa BPJS tetap kami pertahankan? Karena kami ingin memastikan kesehatan masyarakat terjamin. Namun masyarakat juga jangan lengah hanya karena sudah ada program UHC. Yang paling penting adalah pencegahan,” katanya.

Menurut Halikinnor, pengalaman selama pandemi Covid-19 menjadi pelajaran penting. Salah satu hal yang paling disoroti adalah tingginya kebutuhan oksigen medis saat puncak penyebaran virus.

“Dulu kita tidak menyangka bahwa oksigen menjadi begitu vital. Itu membuat kami lebih sigap menghadapi potensi wabah ke depan,” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah utama pencegahan penyakit.

“Kebersihan sebagian dari iman, itu sudah diajarkan sejak dulu. Kalau bersih, insya Allah sehat. Maka saya imbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak abai terhadap kesehatan,” pungkasnya.  (Ari/j)