PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah menyatakan harga barang kebutuhan pokok (bapok) relatif stabil seusai perayaan Idul Adha 2025.

"Berdasarkan hasil pantauan harga bapok relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi harga," kata Kepala Bidang Perdagangan, Disperindagkop-UKM Kobar, M Suhendra di Pangkalan Bun, Senin, 9 Juni 2025.

Dia mengatakan, harga bapok yang tidak menunjukkan perubahan harga di antaranya komoditas seperti seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, bawang putih, telur, ikan segar, kacang kedelai, dan daging sapi.

"Namun, beberapa komoditas strategis seperti cabai merah besar, cabai rawit hijau, dan daging ayam ras tercatat mengalami penurunan harga dibandingkan dengan minggu sebelumnya," ucapnya.

Suhendra menyebutkan, cabai merah besar mengalami penurunan harga cukup signifikan sebesar 12,50 persen dari rata-rata harga minggu lalu, turun dari Rp80.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.

Untuk cabai rawit hijau juga mengalami penurunan sebesar 7,41 persen dari Rp80,000 menjadi Rp74.288. Selain itu, daging ayam ras mengalami penurunan harga sebesar 4,99 persen, dari Rp41.400 menjadi Rp39.333 per kilogram.

Sementara itu, beberapa komoditas justru mencatatkan kenaikan harga dari pekan sebelumnya, antara lain cabai rawit merah naik sebesar 2,27 persen dari Rp75.000 menjadi Rp76.000, bawang merah naik sebesar 7,14 persen dari Rp50.000 menjadi Rp53.570 dan gula pasir eceran naik sebesar 2,63 persen dibanding minggu sebelumnya dari harga Rp19.500 menjadi Rp51.315. .

"Kenaikan harga ini diduga dipicu oleh tingginya permintaan menjelang libur panjang Hari Raya Idul Adha dan cuti bersama," katanya.

Dia menyampaikan, pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan harga bapok secara rutin, agar kestabilan harga tetap terjaga dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.

"Kita akan terus berupaya menjaga kestabilan harga di tengah fluktuasi, terutama pada jelang hari besar dan cuti bersama, hal ini agar pasokan tetap lancar dan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga yang signifikan," katanya.