SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan pentingnya menjaga kualitas pengerjaan proyek Jalan Lingkar Selatan Sampit, sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau proyek pembangunan Jalan Lingkar Selatan Sampit, Senin, 9 Juni 2025.

Dalam kunjungannya, Agustiar melakukan pengecekan menyeluruh terhadap panjang, lebar, hingga ketebalan cor beton untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar.

"Pengerjaan Jalan Lingkar Selatan harus mengutamakan kualitas. Jangan hanya mengejar waktu, tapi abaikan mutu. Jalan ini penting untuk konektivitas dan ekonomi masyarakat," kata Agustiar.

Sementara itu, Konsultan Pengawas Proyek Jalan Lingkar Selatan Sampit Hidayat memastikan pengerjaan proyek tersebut berjalan dengan baik dan sesuai arahan Gubernur.

“Seperti pesan Gubernur bahwa kita diminta untuk menjaga kualitas mutu proyek ini. Setiap pelaksanaan proyek pasti ada evaluasi terus-menerus yang dilakukan, jadi dalam pekerjaan itu sesuatu yang biasa. Kalau kontrak pengerjaan Jalan Lingkar Selatan sampai November,” ujarnya.

Saat ini, progres proyek telah mencapai 22 persen, dengan deviasi positif sebesar plus 15 persen dari target. Proyek ini ditargetkan rampung sebelum kontrak berakhir pada November 2025.

“Total panjang jalan rigid yang dikerjakan 1,77 kilometer. Artinya semua ruas yang belum masuk perkerasan akan ditangani tahun ini,” tutur Hidayat.

Terkait kekuatan struktur jalan, Hidayat menambahkan, desain proyek memperhitungkan beban kendaraan berdasarkan MST (Muatan Sumbu Terberat) maksimal 12 ton, bukan tonase. MST digunakan sebagai standar perhitungan daya dukung jalan terhadap kendaraan berat.

“MST itu berbeda dengan tonase. Ini lebih teknis dan biasanya dihitung berdasarkan peraturan dari Dinas Perhubungan,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)