PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang sales mobil di Palangka Raya, berinisial C (25), dilaporkan ke polisi atas dugaan penipuan oleh seorang tukang mebel, BB (36). Laporan tersebut bermula dari unggahan di media sosial yang menyebut C sebagai penipu dan menyertakan foto C.

Kasus ini kemudian ditangani oleh Tim Virtual Police Polda Kalteng Ipda Shamsuddin, atau akrab disapa Cak Sam, yang berhasil mendamaikan kedua belah pihak.

C menjelaskan kepada Cak Sam bahwa ia menerima uang muka sebesar Rp1 juta dari BB untuk pembelian mobil pickup selama bulan Ramadhan. Beberapa hari kemudian, BB memberikan tambahan uang sebesar Rp2 juta yang digunakan C untuk keperluan pribadi.

"Proses pembelian mobil terhambat karena riwayat kredit BB yang kurang baik, sehingga membutuhkan DP yang lebih besar," ungkap C, Selasa, 10 Juni 2025

Proses pengajuan kredit mobil mengalami kendala karena riwayat kredit BB yang tercatat pernah menunggak pembayaran lima mobil. Hal ini menyebabkan C kesulitan mendapatkan persetujuan kredit dengan DP minimum.

--page

BB kemudian meminta pengembalian uang muka sebesar Rp 3 juta. C telah mengembalikan sebagian uang tersebut, namun masih ada kekurangan yang akan segera dibayarkan.

Permasalahan ini berujung pada unggahan BB di media sosial yang menuduh C melakukan penipuan. Unggahan tersebut dilakukan setelah C terlambat mentransfer kekurangan pembayaran kepada BB. C mengaku telah berkoordinasi dengan BB sebelum melakukan transfer.

Cak Sam kemudian menengahi permasalahan ini dengan memanggil kedua belah pihak. BB diberikan pembinaan agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. C juga dinasehati untuk segera melunasi kekurangan pembayaran kepada BB.

Setelah diberikan pembinaan dan mediasi, BB akhirnya menyadari kesalahannya dan menghapus unggahannya di media sosial. BB juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"C pun berjanji akan melunasi kekurangan pembayaran dalam waktu satu minggu. Kedua belah pihak kemudian saling meminta maaf dan memaafkan, menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan," pungkasnya. (PATHUR/y)