SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit  - Legislator Kotawaringin Timur (Kotim) Angga Aditya menyambut baik dermaga atau jetty milik PT Sumber Energi Alam Lestari (SEAL) yang resmi beroperasi di Desa Luwuk Bunter Kecamatan Cempaga dan diharap berdampak positif terhadap perekonomian.

"Mudah-mudahan ini bisa membawa dampak bagi perekonomian masyarakat dan berkontribusi terhadap PAD (pendapatan asli daerah) Kotawaringin Timur," kata Angga yang merupakan Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur tersebut di Sampit, Selasa, 10 Juni 2025.

Dalam operasionalnya, jetty untuk pengiriman batu bara ini diingatkan tetap mencegah munculnya dampak lingkungan. Selain itu, operasional jetty diharap memprioritaskan pemberdayaan masyarakat lokal, sehingga kehadirannya membawa manfaat besar bagi masyarakat dan daerah.

Kepala Desa Luwuk Bunter Kurnain Noor juga menyambut positif kehadiran dermaga atau jetty tersebut. Aktivitas pengangkutan batu bara dari Kabupaten Katingan yang kemudian dikapalkan atau dikirim melalui jetty di Desa Luwuk Bunter, diharap membawa dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat desa setempat.

Dia berharap pihak perusahaan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga aktivitas di jetty tersebut tetap berjalan sesuai aturan dan membawa manfaat bagi masyarakat dan daerah.

"Ini tentu ada dampak positif bagi daerah, terutama terkait dengan tenaga kerja dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat sehingga menyumbang upaya peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat," kata Kurnain Noor.

Pemilik PT SEAL Asep Sulaiman Sabanda menyampaikan terima kasihnya kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang sudah menerima dengan baik kehadiran mereka. Dia bersyukur mendapat kemudahan seperti perizinan, proses ganti rugi lahan dengan harga yang wajar serta urusan lainnya.

Pihaknya sudah mendapat izin sejak 2011, namun baru beroperasi mulai hari ini. Dia berharap operasional selama izin tersisa delapan tahun ini bisa turut membawa dampak positif bagi masyarakat dan daerah.

Sebelum memulai operasional, pihaknya juga sudah meminta restu dari masyarakat. Berbagai masukan dan aspirasi dari masyarakat juga ditindaklanjuti sebagaimana mestinya karena perusahaan ini ingin beroperasi sesuai aturan dan membawa manfaat bagi masyarakat. 

Pihaknya memilih membangun jetty di Kotawaringin Timur karena berbagai pertimbangan, di antaranya karena lokasi yang strategis dan dekat dengan muara laut sehingga memudahkan untuk pengiriman batu bara.

Pertimbangan lainnya yakni agar lebih dekat dalam pengurusan administrasi seperti Bea Cukai, perpajakan dan lainnya. Selain itu, pihaknya merasakan dukungan besar dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dan masyarakat dalam memberi kemudahan sehingga menjadi insentif psikologis bagi pihaknya selaku investor.

Asep meyakinkan kehadiran perusahaannya membawa dampak positif bagi masyarakat dan daerah. Secara langsung, karyawan perusahaan dan sopir akan berbelanja untuk konsumsi mereka sehingga diharapkan berdampak terhadap perekonomian di desa itu.

Khusus operasional jetty, pihaknya mempekerjakan sekitar 30 karyawan yang tentunya penyerapannya memprioritaskan warga desa setempat. Tenaga kerja yang terbanyak dibutuhkan yaitu sopir truk pengangkut batu bara yakni diperkirakan bisa mencapai 2.000 orang.

"Kami menargetkan 70 persen karyawan merupakan warga lokal, tapi ini kembali pada jenis keterampilan kerja yang diperlukan. Makanya kami akan memberi pelatihan kepada mereka agar sesuai dengan keterampilan yang diperlukan perusahaan," kata Asep.

Pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Desa Luwuk Bunter dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur untuk memberikan pelatihan keterampilan kerja bagi 100 orang warga yang akan direkrut menjadi karyawan.

Mereka akan dilatih berbagai keterampilan sesuai kebutuhan operasional perusahaan, seperti menjadi operator dan mekanik. 

Kesempatan yang sama juga diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Katingan yakni memberikan pelatihan terhadap 100 orang warga yang nantinya diharapkan bisa mendapatkan keterampilan yang mumpuni untuk direkrut menjadi karyawan. 

"Hari ini kami juga menyerahkan CSR untuk Desa Luwuk Bunter sebesar Rp100 juta untuk membantu desa. Kami akan merangkul semua. Kami tidak akan melupakan masyarakat. Kami melibatkan semua. Kami juga akan membuka satu lagi jetty di Kotim yang bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi," demikian Asep.