PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia atau HISKI Komisariat Provinsi Kalimantan Tengah mengukuhkan perannya dalam pengembangan sastra melalui lokakarya bertajuk Penulisan Kreatif Sastra dan Penciptaan Produk Kreatif Berbasis Tradisi Lisan dan Manuskrip.

Acara yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juni 2025, ini bertujuan meningkatkan profesionalitas anggota serta memperkuat apresiasi masyarakat terhadap dunia kesusastraan.

Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Teater Lantai 6 Gedung Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut atau PPIIG Universitas Palangka Raya, dengan jadwal mulai pukul 08.30 hingga 16.10 WIB setiap harinya.

Hadir membuka kegiatan yakni Wakil Rektor Universitas, Palangka Raya, Dr Natalina Asi. Selain itu memberikan sambutan pula Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Agung Catur Prabowo, serta dihadiri Ketua HISKI Komisariat Kalimantan Tengah, Alifiah Nurachmana.

"Dalam lokakarya ini, peserta akan mendapatkan pemahaman mendalam mengenai teknik penulisan kreatif yang berakar pada tradisi lisan dan manuskrip, yang selama ini menjadi warisan budaya tak benda bangsa," kata Ketua Umum HISKI, Prof Novi Anoegrajekti dalam sambutannya pada Rabu, 11 Juni 2025.

Ketua HISKI menegaskan bahwa lokakarya ini bukan hanya sebagai wadah pembelajaran, tetapi juga sebagai upaya pelestarian tradisi dan peningkatan inovasi dalam penciptaan produk kreatif berbasis sastra.

--page

“Kami ingin agar para peserta dapat mengembangkan metode baru dalam penulisan kreatif sekaligus mempertahankan nilai budaya lokal yang kaya,” ujarnya dalam pembukaan acara.

Selain sesi diskusi dan pelatihan intensif, lokakarya ini menghadirkan para akademisi dan praktisi sastra yang akan berbagi wawasan tentang bagaimana tradisi lisan dan manuskrip dapat menjadi sumber inspirasi bagi karya sastra modern. Para peserta diharapkan dapat mengadaptasi nilai-nilai tradisional ke dalam bentuk yang lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, HISKI semakin mempertegas posisinya sebagai organisasi yang berkontribusi dalam kajian dan pengembangan kesusastraan di Indonesia. Melalui pemanfaatan warisan budaya yang telah ada, diharapkan penulis dan kreator dapat terus melahirkan karya-karya bermutu yang berpijak pada kekayaan tradisi bangsa. (TESTI PRISCILLA/Y)