PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Anak-anak yang tergabung dalam sanggar kini tidak hanya berkreasi dalam seni tari, tetapi juga merambah ke dunia kerajinan tangan khas Dayak.

Hasil karya mereka kini dipasarkan melalui Toko Oleh-Oleh Etnik Kalimantan 'Alan Borneo Shop' yang terletak di Jalan Domba, Kelurahan Mendawai, tepat di depan Grand Kecubung Hotel, Pangkalan Bun.

Siti Rusdiana, adik ipar dari pemilik toko Alan Borneo dan penjaga kios, mengungkapkan bahwa awal mula berdirinya toko ini berangkat dari kecintaan sang kakak terhadap benda-benda antik khas Dayak, seperti mandau tua.

"Awalnya itu kakak saya senang mengoleksi mandau tua dan barang antik Dayak lainnya. Terus dibuatkan story di media sosial, ternyata banyak yang tanya-tanya, bisa dibeli atau enggak," kata Siti, saat dibincangi, Rabu, 11 Juni 2025.

Melihat respons positif masyarakat dan peluang bisnis yang terbuka, sang pemilik pun mulai menjual koleksinya secara kecil-kecilan dari rumah.

Kemudian, ia aktif mengikuti berbagai event UMKM, hingga akhirnya membuka kios di lokasi strategis, sebelum menetap di lokasi saat ini di Jalan Domba.
"Kalau di sini (Jalan Domba) sudah sekitar dua tahun," tambahnya.

Toko Alan Borneo Shop kini tak hanya menjual mandau, tetapi juga berbagai pernak-pernik khas Dayak seperti dohong, sumpit, tombak, tameng/talawang, baju adat Dayak, kalung dan gelang etnik, topi lawung, serta tas rotan atau anjat. Selain itu, tersedia juga berbagai produk herbal khas Kalimantan seperti madu bajakah, pasak bumi, dan minyak urut tradisional.

Menariknya, sebagian besar barang yang dijual merupakan hasil buatan sendiri, termasuk yang dikerjakan oleh anak-anak sanggar.

Keterlibatan anak-anak ini menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus pengembangan kreativitas mereka di luar seni tari.

"Mandaunya juga istimewa, ada yang usianya sudah ratusan tahun. Gagangnya dari tanduk rusa dan diukir, besinya juga sudah hitam karena tua," jelas Siti.

Pelanggan Alan Borneo Shop tidak hanya datang dari dalam daerah, namun juga dari luar kota bahkan luar negeri. Wisatawan lokal cenderung membeli gantungan kunci dan gelang, sementara wisatawan asing menyukai boneka orangutan dan senjata tradisional.

Harga produk yang ditawarkan pun beragam, dari gantungan kunci seharga Rp10 ribu hingga mandau antik yang bisa mencapai jutaan rupiah.

"Untuk promosi kita aktif di media sosial, dan juga didukung oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata. Kita juga bekerjasama dengan Klinik Bisnis binaan Abdul Rasyid Foundation," tutupnya.

Dengan konsep yang menyatu antara pelestarian budaya, pemberdayaan anak-anak, dan pengembangan ekonomi kreatif, Alan Borneo Shop menjadi salah satu destinasi unik atau pusat oleh - oleh khas Kalimantan yang layak dikunjungi di Pangkalan Bun. (DANANG/H)