PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS Group kembali dipercaya menjadi lokasi praktik lapangan bagi para calon auditor ISPO atau Indonesian Sustainable Palm Oil.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pelatihan Sertifikasi Auditor ISPO yang diselenggarakan oleh LPP Agro Nusantara, lembaga pelatihan yang diakui oleh Kementerian Pertanian RI.

Departemen Head Sustainability SSMS, Andri Najiburrahman, menyampaikan apresiasinya kepada LPP Agro Nusantara atas kepercayaan yang diberikan kepada SSMS. Ia menekankan pentingnya kolaborasi tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ekosistem industri sawit yang bertanggung jawab.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini karena sejalan dengan semangat PT SSMS Tbk dalam membangun industri sawit yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan. Para auditor adalah garda terdepan dalam menjaga integritas sertifikasi ISPO, dan kami merasa terhormat dapat turut serta mendukung proses penguatan kapasitas mereka,” kata Andri dalam rilisnya pada Rabu, 11 Juni 2025.

Dengan penerapan standar keberlanjutan secara konsisten di seluruh lini pengelolaan perkebunan, kebun sawit milik SSMS dianggap sebagai lokasi yang representatif untuk studi lapangan. Lebih dari 30 peserta pelatihan yang tengah mengikuti program sertifikasi ISPO melakukan kunjungan langsung ke lapangan guna memperdalam pemahaman teknis dan kontekstual mereka terhadap praktik-praktik terbaik di sektor ini.

”Praktik lapangan ini merupakan tahap akhir dari proses pelatihan, yang bertujuan memberikan pengalaman empiris bagi peserta dalam mengevaluasi implementasi prinsip dan kriteria ISPO di tingkat operasional,” turur Andri.

Melalui pendekatan langsung, para peserta dapat memverifikasi keakuratan dan efektivitas manajemen kebun yang berkelanjutan.

”Selama kegiatan sehari penuh, peserta dari latar belakang beragam, mulai dari praktisi industri, akademisi, konsultan lingkungan, hingga pelaku usaha perkebunan, dilibatkan secara aktif dalam eksplorasi aspek-aspek penting dalam pengelolaan sawit berkelanjutan, termasuk penerapan prinsip sosial, lingkungan, dan ekonomi,” jelasnya. (TESTI PRISCILLA/H)