PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menanggapi pemberitaan dan komentar publik terkait dugaan salah diagnosis penyakit pasien di RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD, Suyuti Syamsul, memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan komitmen terhadap perbaikan layanan medis.

“Kami sangat mengapresiasi setiap kritikan yang masuk. Itu akan kami gunakan sebagai bahan introspeksi dan perbaikan,” ujar Suyuti saat dimintai keterangan Borneonews, Rabu, 11 Juni 2025.

Ia menyampaikan bahwa, sebagian keluhan yang beredar di media sosial berasal dari kejadian yang sudah cukup lama. “Ada komentar yang menyebut kejadiannya belasan tahun lalu.

"Saya rasa tidak pada tempatnya jika saya menilai keputusan medis yang terjadi jauh sebelum saya menjabat,” tambahnya.

Suyuti juga menjelaskan bahwa proses penegakan diagnosis tidak bersifat instan. Ketika pasien pertama kali datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), diagnosis yang ditegakkan adalah diagnosis awal.

Hal ini didasarkan pada kondisi darurat, keterbatasan waktu, dan alat diagnostik yang tersedia.

“Diagnosis awal biasanya masih mencantumkan diagnosis pembanding, karena beberapa penyakit memiliki gejala dan tanda klinis yang mirip. Setelah pasien dirawat di ruang perawatan, dokter akan memiliki waktu dan alat bantu lebih lengkap untuk menyusun diagnosis kerja,” jelasnya.

Diagnosis akhir, lanjut Suyuti, biasanya ditegakkan menjelang pasien dipulangkan, setelah seluruh hasil pemeriksaan terkumpul.

Maka dari itu, ia menyebut perbedaan diagnosis antara dua rumah sakit sangat mungkin terjadi, terutama jika pasien pindah sebelum mendapatkan diagnosis akhir dari rumah sakit pertama.

Terkait isu tindakan medis seperti pemasangan ring jantung, Suyuti menekankan bahwa dalam dunia kedokteran pun masih terdapat perbedaan pandangan.

“Misalnya sumbatan 70% di pembuluh darah jantung, ada dokter yang menyarankan pemasangan ring, tapi ada juga yang menilai cukup dengan pengobatan terlebih dahulu,” terangnya.

Melalui pernyataan ini, pihaknya RSUD Doris Sylvanus berharap masyarakat memahami kompleksitas proses medis dan tetap terbuka untuk menyampaikan masukan secara konstruktif.

Rumah sakit, menurut Suyuti, berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan demi keselamatan dan kenyamanan pasien. (MARINI/H)