BORNEONEWS, Palangka Raya - Universitas Palangka Raya atau UPR terus berupaya meningkatkan keterlibatan akademisi dalam pengembangan budaya dan sastra lisan melalui inisiatif Kampus Berdampak.
Wakil Rektor Universitas Palangka Raya, Natalina Asi dalam kegiatan lokakarya bertajuk Penulisan Kreatif Sastra dan Penciptaan Produk Kreatif Berbasis Tradisi Lisan dan Manuskrip menjelaskan bahwa kampus saat ini tengah menyusun kurikulum baru yang memungkinkan para akademisi memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam upaya pelestarian sastra lisan.
Natalina menyampaikan dalam kegiatan yang diselenggarakan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia atau HISKI Komisariat Provinsi Kalimantan Tengah selama dua hari, 11–12 Juni 2025 ini bahwa sastra lisan bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga bagian dari identitas yang melekat pada komunitas lokal.
“Sastra lisan merekam pengalaman kolektif masyarakat, menjadi medium bagi sejarah dan nilai-nilai tradisional. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa memetakan bahasa dan budaya ini agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya saat membuka acara lokakarya.
Natalina mengapresiasi kegiatan ini karena HISKI dianggap mampu untuk mengembangkan metode pengalihwahanaan sastra lisan ke dalam bentuk yang lebih mudah diakses, seperti dokumentasi digital dan pementasan teatrikal.
Dengan pendekatan ini, sastra lisan tidak hanya bisa bertahan sebagai tradisi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda.
“UPR sekarang sedang mengembangkan kurikulum Kampus Berdampak. Kegiatan ini tentu saja memberikan kesempatan bagi kami agar teman-teman akademisi bisa memberi dampak positif bagi masyarakat. Sastra lisan sebenarnya bagian dari identitas yang melekat pada masyarakat itu sendiri. Kendala bagi kita adalah bagaimana pemetaan bahasa dan budaya itu sendiri,“ terangnya.
Hadir memberi sambutan dalam pembukaan kegiatan yakni Ketua Umum HISKI, Novi Anoegrajekti. Selain itu memberikan sambutan pula Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Agung Catur Prabowo, serta dihadiri Ketua HISKI Komisariat Kalimantan Tengah, Alifiah Nurachmana.(TESTI PRISCILLA/R)









