TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Pemerintah Desa Pulau Patai di Kabupaten Barito Timur, tengah bersiap menyelenggarakan Festival Nariuk 5 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2025. Untuk memastikan keselarasan agenda dengan kegiatan pemerintah daerah, Kepala Desa Pulau Patai, Sumardi, melakukan kunjungan langsung ke Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Barito Timur.

Kunjungan tersebut dimaksudkan sebagai langkah koordinasi sekaligus memohon arahan dari Kepala Disbudparpora Barito Timur terkait pelaksanaan festival tahunan yang menjadi ikon budaya desa wisata unggulan tersebut.

“Terima kasih kepada Ibu Kepala Dinas atas waktu dan kesempatan yang diberikan sehingga kami bisa berdiskusi langsung. Ini penting agar agenda Festival Nariuk dapat bersinergi dengan kegiatan pemerintah daerah,” ujar Sumardi, usai kunjungan koordinasi ke Disbudparpora Barito Timur, Rabu, 11 Juni 2025.

Ia mengungkapkan bahwa pembentukan panitia Festival Nariuk 5 akan dilakukan dalam pekan ini sebagai bagian dari tahap awal persiapan. Ia menegaskan bahwa panitia akan melibatkan berbagai elemen, mulai dari Disbudparpora, Karang Taruna kabupaten dan desa, organisasi perangkat daerah terkait, tokoh adat, serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pulau Patai.

“Kerja sama lintas pihak sangat kami perlukan agar festival ini bisa berjalan dengan sukses dan memberikan dampak positif, terutama bagi perkembangan Desa Pulau Patai sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Barito Timur,” tambahnya.

Festival Nariuk sendiri merupakan sebuah perayaan budaya yang menampilkan tradisi nariuk, sebuah metode menangkap ikan secara beramai-ramai di sungai atau danau menggunakan peralatan tradisional berupa tombak yang dinamakan tariuk. Tradisi ini bukan sekadar aktivitas ekonomi, tapi juga simbol kebersamaan dan kearifan lokal masyarakat Dayak Maanyan.

Dengan semangat pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi lokal, Festival Nariuk 5 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga media promosi pariwisata berbasis tradisi yang mampu menarik kunjungan wisatawan dan mendorong geliat ekonomi masyarakat desa. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)