TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pemerintah Desa Lalap di Kabupaten Barito Timur, menyatakan kesiapannya menggelar Festival Nikep 3 pada bulan September 2025 mendatang. 

Informasi tersebut disampaikan Sekretaris Desa Lalap, Coledi, kepada Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Barito Timur, Herawani, Rabu, 11 Juni 2025.

Festival yang mengangkat tradisi budaya lokal ini rencananya akan digelar lebih meriah dan terorganisir dari tahun-tahun sebelumnya.

“Festival Nikep bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata pelestarian kearifan lokal masyarakat Dayak Maanyan,” ujar Coledi, di sela koordinasi dengan pihak Disbudparpora.

Coledi yang mewakili Kepala Desa Lalap, Hendri, menambahkan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda budaya tahunan yang ditunggu-tunggu, baik oleh masyarakat lokal maupun pengunjung dari luar daerah.

Nikep sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Dayak Maanyan dalam menangkap ikan secara massal menggunakan alat tradisional bernama ansiding, sejenis anyaman bambu berbentuk kerucut. Tradisi ini dilakukan di perairan dangkal secara bersama-sama, menciptakan suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan. Lebih dari sekadar menangkap ikan, Nikep menjadi ajang silaturahmi dan penghormatan terhadap alam.

“Dari evaluasi dua pelaksanaan sebelumnya, kami terus berbenah. Tahun ini kami fokus membangun panggung permanen, gazebo, serta peningkatan akses jalan agar kendaraan roda empat bisa langsung menjangkau lokasi kegiatan,” jelas Coledi. 

Ia menegaskan bahwa peningkatan infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk menjadikan Festival Nikep sebagai destinasi wisata budaya unggulan.

Dalam proses persiapan, Pemerintah Desa Lalap melibatkan berbagai unsur masyarakat secara aktif. 

“Kami selalu menggandeng Pemerintah Kecamatan, Karang Taruna, dan seluruh lapisan warga. Ini bukan hanya kerja pemerintah desa, tapi kerja bersama seluruh masyarakat Lalap,” kata Coledi. Menurutnya, keterlibatan masyarakat adalah kunci sukses keberlangsungan tradisi ini dari generasi ke generasi.

Pada gelaran Festival Nikep tahun 2024 lalu, tercatat lebih dari 200 peserta ikut ambil bagian. Tahun ini, Pemerintah Desa Lalap menargetkan jumlah peserta bisa meningkat secara signifikan. 

“Semoga tahun ini peserta bisa lebih banyak, dan nilai budaya yang terkandung dalam Nikep semakin dikenal luas,” harap Coledi. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)