BORNEONEWS, Sampit - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), estimasi jumlah penduduk pada Tahun 2025 mencapai 539.997 jiwa.
Dari besaran jumlah penduduk tersebut, mungkin 20% hingga 30% hobi atau suka dengan olahraga sepak bola. Bahkan, kemungkinan besar juga, jumlah tersebut merupakan besaran warga Kotim yang suka bermain bola.
Meski jumlahnya cukup banyak, saat ini olahraga sepak bola di Kotim seakan jalan di tempat, tidak ada turnamen besar skala kabupaten.
Hal itupun tentunya sangat miris, mengingat, sepak bola Kotim sebenarnya pernah menjadi barometer di Kalteng, bahkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalteng 2023 yang lalu, Kotim meraih medali emas.
Melihat kondisi tersebut, para pecinta sepak bola Kotim yang tergabung dalam tim Sampit All Star khawatir sepak bola Kotim malah mati suri.
--page
Hal itulah yang menjadi dasar mereka untuk menggelar turnamen sepakbola bertajuk HNR Cup I 2025 di Stadion 29 Nopember Sampit.
"HNR Cup I ini kami harap jadi titik balik bangkitnya sepak bola Kotim, karena kami tidak ingin sepak bola Kotim mati suri," ujar Juru bicara HNR CUP I Adi Wahyudi, Kamis, 12 Juni 2025.
HNR Cup I 2025 sendiri merupakan sebuah turnamen yang digagas oleh tim Sampit All Star, dengan dukungan dari Bupati Kotim, Halikinnor. Bahkan nama turnamen tersebut juga terinspirasi dari inisial nama orang nomor satu di Bumi Habaring Hurung ini.
"Bupati Halikinnor, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap dunia olahraga, khususnya sepak bola. Karena itu, nama HNR CUP I 2025 dipilih sebagai bentuk apresiasi dan harapan agar terbentuknya Askab PSSI Kotim dan benar-benar didukung oleh pemerintah daerah," harap Yudi, sapaan akrab pria tersebut.
Pihaknya sangat berharap agar Askab PSSI Kotim benar-benar terbentuk dan berjalan sebagaimana mestinya. Karena, dengan asosiasi tersebut, maka akan menopang kemajuan sepakbola di daerah ini.
"Potensi dan bakat anak-anak Kotim sangat luar biasa. Sayang kalau tidak dibina dan dinaungi dengan baik. Itulah mengapa Askab PSSI Kotim harus berjalan, demi menjadi wadah bagi pecinta sepakbola," kata Yudi.
Turnamen ini akan dimulai pada 14 Juni 2025 mendatang dan rencananya akan dibuka secara resmi oleh Bupati Kotim, Halikinnor.
Sementara, Ketua All Star Ahmad Bashudin mengatakan, pihaknya memiliki harapan besar agar turnamen ini menjadi sebuah titik balik kemajuan olahraga kulit bundar ini. Sehingga, sudah sepantasnya pemerintah daerah mendukung penuh, terutama dinas yang membidangi olahraga di Kotim.
Pihaknya juga berharap, agar dengan turnamen ini bisa menjadi perhatian serius pemerintah dalam menjaga kondisi dan infrastruktur Stadion 29 Nopember Sampit.
"Jangan sampai, lapangan sebagus ini dan anggaran yang besar digelontorkan, namun dibiarkan begitu saja, tanpa ada perawatan. Kami sangat berharap, agar infrastruktur lapangan sepakbola ini terus diperhatikan," harapnya.
Selanjutnya, Ketua Panitia Pelaksana HNR Cup I Syarifni Syahwani mengajak masyarakat Kotim, terutama pecinta sepak bola bisa hadir untuk menyaksikan gelaran turnamen ini. Baik saat tim dukungannya bertanding, maupun saat pembukaan nantinya.
Karena, pada kegiatan pembukaan akan digelar eksibisi antara Ardina Legend vs Sampit All Star. Kedua tim akan diperkuat empat legenda sepak bola, termasuk pemain asing yang pernah berlaga di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Seperti nama, Anderson da Silva (49 tahun) Pemain asal Brasil yang pernah bermain untuk klub-klub besar seperti PSS Sleman, Persebaya Surabaya, Mitra Kukar, Persik Kediri, hingga Madiun Putra. Ia dikenal sebagai bek tangguh dengan tinggi badan 1,85 meter.
Mario Albertho Aibekob (35 tahun) Penyerang lincah berpengalaman yang pernah memperkuat tim seperti PSBS Biak, Sriwijaya FC, Semen Padang, dan terakhir Kalteng Putra di tahun 2022. Ia juga pernah menjadi bagian dari seleksi Timnas pra-Piala Asia.
Ronivon de Carvalho Nama yang tak asing bagi penggemar sepak bola Indonesia. Pemain asal Brasil ini turut serta dalam eksibisi pembukaan dan Alit Supartana Mantan pemain Gelora Dewata di era Galatama 1990-an. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Kantor Basarnas Palangka Raya, namun tetap aktif dalam kegiatan sepak bola, termasuk melatih di lingkungan kerjanya dan aktif di komunitas reuni Perseden Soeratin. (DEWI PATMALASARI/Y)









