BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Suasana haru dan bahagia menyelimuti kedatangan 85 jamaah haji khusus PT Najjah Hurrahman di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kamis pagi, 12 Juni 2025, sekitar pukul 07.15 WIB.
Dengan menggunakan pesawat Nam Air dari Jakarta, para jamaah disambut hangat oleh keluarga yang telah menunggu sejak pagi. Tangis haru pecah, tak sedikit dari mereka yang matanya berkaca-kaca saat pelukan pertama diberikan kepada sanak saudara.
Kedatangan para jamaah ini disambut secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kobar, H. Taufiq Alamsyah. Sebelum pengambilan bagasi, dilaksanakan prosesi pelepasan kalung nusuk haji sebagai tanda bahwa jamaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
“Alhamdulillah, dari 85 jamaah ini semuanya dalam keadaan sehat, dan mudah-mudahan menjadi haji yang mabrur,” ujar H. Taufiq Alamsyah.
Ia menjelaskan bahwa dari total 87 jamaah haji yang diberangkatkan, dua orang dinyatakan meninggal dunia. Satu jamaah wafat dan dimakamkan di Makkah, sedangkan satu lainnya meninggal dunia saat berada di rumah sakit di Tangerang, dan jenazahnya telah dibawa ke Pekanbaru, Riau.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada PT Najjah Hurrahman atas pelayanan terbaik yang diberikan kepada jamaah.
“Terima kasih kepada PT. Najjah Hurrahman karena telah memberikan pelayanan terbaik, sehingga jamaah bisa beribadah dengan khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat, serta kembali ke tanah air dalam keadaan selamat,” ucapnya.
Direktur sekaligus owner PT Najjah Hurrahman, H. Muhammad Rakhman, turut menyampaikan duka mendalam atas wafatnya dua jamaah haji tersebut.
“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Telah wafat dua jamaah kami atas nama H. Misrani yang dimakamkan di Makkah, dan Hj. Ngatemi yang wafat di RS saat di Tangerang. Jadi yang tiba di Pangkalan Bun hari ini berjumlah 85 jamaah,” jelasnya.
Ia memastikan seluruh jamaah yang kembali telah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji dengan sempurna.
“Semua dilalui dengan lancar tanpa kendala apapun. Menggunakan ihram, wukuf di Arafah, Sa’i, tawaf, dan mencukur rambut semuanya telah ditunaikan. Insya Allah semua menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.
Rakhman menyampaikan bahwa pelaksanaan haji tahun ini berlangsung sangat tertib dan nyaman. Jumlah jamaah yang lebih sedikit membuat perjalanan lebih lancar.
“Tahun ini hanya 1,3 juta jamaah dari seluruh dunia yang diizinkan berhaji di Arab Saudi. Tahun sebelumnya mencapai 2 juta. Jadi berkurangnya 700 ribu jamaah membuat jalanan lebih lengang dan ibadah menjadi lebih khusyuk,” ungkapnya.
Menurutnya, sistem perizinan yang ketat juga membuat tidak ada lagi jamaah haji ilegal yang bisa masuk ke kawasan Makkah maupun Arafah.
“Masuk Masjidil Haram pun diperiksa barcode Tasreh Nusuk Haji. Di jalan diperiksa, apalagi saat Wukuf di Arafah. Hanya jamaah haji resmi yang bisa masuk. Penjagaan sangat ketat dan berlapis,” pungkasnya. (DANANG/H)









