BORNEONEWS, Tamiang Layang – Suasana duka menyelimuti Gang Damai, Kelurahan Tamiang Layang, Kabupaten Barito Timur, Kamis, 12 Juni 2025.
Sebuah rumah milik Mahrida, anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Barito Timur, ludes dilalap api sekitar pukul 14.00 WIB.
Tragisnya, saat musibah terjadi, Mahrida sedang tidak berada di rumah. Api diduga mulai membesar dari arah dapur ketika istrinya berada di dalam rumah.
Dalam kondisi panik, ia hanya bisa menyaksikan kobaran api yang dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah yang sebagian besar berbahan kayu. Hingga berita ini diturunkan, sang istri belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi syok berat.
“Saya sedang berada di luar. Tahu-tahu rumah sudah terbakar. Dugaan sementara api berasal dari dapur, tapi saya belum bisa memastikan,” kata Mahrida singkat dengan nada sedih.
Ia tampak masih sulit percaya rumah yang menjadi tempat bernaung keluarganya kini hanya tersisa puing-puing hitam dan bau hangus.
Kobaran api yang cepat membesar karena cuaca panas membuat upaya pemadaman menjadi sangat sulit.
Petugas BPBD Damkar bersama Relawan Matabu Jaya, Relawan Mungkur Kandangan, dan Sulung Rescue sigap datang ke lokasi. Namun meski berjibaku memadamkan api, mereka hanya berhasil menyelamatkan sedikit dinding depan rumah yang belum sempat dilalap api.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material cukup besar. Beberapa barang seperti sepeda motor, televisi, dan pakaian berhasil dievakuasi. Sayangnya, sejumlah surat berharga termasuk sertifikat tanah tidak sempat diselamatkan dan hangus terbakar.
Belum ada taksiran pasti mengenai nilai kerugian yang dialami korban. Namun bagi Mahrida dan keluarganya, kehilangan tempat tinggal dan dokumen penting merupakan luka yang tidak ternilai.
Musibah ini menjadi ironi menyakitkan, seorang petugas yang sering membantu memadamkan api, justru kehilangan rumahnya karena api. (AGUSTINUS BOLE MALO/R)









