BORNEONEWS, Sampit - Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) telah menyerap gabah ribuan ton dari petani daerah setempat. Diperkirakan jumlah serapan akan terus bertambah lantaran masa panen masih berlangsung.
"Serapan gabah per hari kemarin 2100 ton di Kotim saja , setiap harinya terus bertambah karena masa panen masih berlangsung dari panen tersebut langsung kita jemur giling kerjasama dengan penggilingan lokal," kata Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Kamis, 12 Juni 2025.
Sementara untuk stok beras sendiri yang ada di gudang Bulog Kotim tercatat 5.000 ton beras. Fuad mengungkapkan stok beras yang tersedia saat ini tertinggi dari sebelumnya. Dan ini linear dengan stok Bulog Nasional.
"Tapi sampai saat ini kami belum dapat mengeluarkan beras itu karena belum ada arahan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas)," ungkapnya.
Ia menjelaskan karena ini status cadangan beras pemerintah sudah diplanningkan. Direncanakan beras tersebut akan diperuntukkan sebagai program bantuan pangan dari Bapanas seperti bantuan pangan untuk keluarga miskin.
"Beberapa hari lalu mau dikeluarkan surat peringatan penyaluran untuk kategori miskin jatahnya dua bulan. Kalau di Kotim bantuan pangan berdasarkan data tahun 2024 itu ada sekitar 20 ribuan KK penerima. Dimana satu bulan 10 kilogram dan ini bisa mengurangi stok Bulog sehingga bisa nyerap lagi," terangya.
Tidak hanya bantuan pangan, beras Bulog ini harus di salurkan juga untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) namun hingga saat pemerintah pusat belum menurunkan aturan terkait itu.
"Cuma aturan turunanya belum ada. Ke depan Program MBG komoditi berasnya diambil dari Bulog untuk sirkulasi perputaran beras Bulog. Beras ini juga untuk cadangan bencana dan kerawanan alam," tutupnya. (DEVIANA/H)









