KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas memberikan pelatihan pelayanan antenatal care (ANC), persalinan, nifas, dan skrining hipotiroid kongenital (SHK) kepada bidan di daerah setempat untuk meningkatkan kompetensi mereka.

"Kegiatan ini sebagai upaya penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan stunting di Kabupaten Kapuas," kata Kepala Dinas Kesehatan Kapuas dr Tonun Irawaty Panjaitan di Kuala Kapuas, Kamis, 12 Juni 2025.

Dia menjelaskan kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan secara berkualitas dan sesuai dengan standar kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, serta bayi baru lahir.

"Termasuk memperkuat kemampuan bidan dalam melakukan deteksi dini dan penatalaksanaan masalah kesehatan ibu dan bayi, skrining hipotiroid kongenital sebagai bentuk upaya pencegahan stunting sejak dini," ucapnya.

Dinas Kesehatan Kapuas menyadari bahwa peran bidan sebagai vital dalam pelayanan kesehatan primer, terutama di wilayah pedesaan dan pelosok.

Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang secara komprehensif dengan materi yang mencakup prinsip-prinsip pelayanan ANC terpadu, manajemen persalinan yang aman, pemantauan masa nifas, serta tata cara pengambilan sampel dan pelaporan skrining SHK.

"Dengan pelatihan ini, diharapkan para bidan dapat meningkatkan deteksi risiko secara dini dan melakukan intervensi yang tepat, sehingga dapat mengurangi angka komplikasi dan kematian pada ibu dan bayi," kata dia.

Tonun menyatakan upaya ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menurunkan angka stunting dengan memastikan bayi lahir sehat dan mendapat perawatan optimal sejak awal kehidupan.

Pelatihan ini merupakan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, demi tercapai generasi yang sehat dan berkualitas, serta mewujudkan "Kapuas Bersinar" (Bedaya saing, sejahtera, indah, aman, dan religius).

Pelatihan ini bekerja sama dengan Bapelkes Palangka Raya dan dilaksanakan di Bapelkes setempat selama 10-14 Juni 2025.

"Dua hari teori dan tiga hari praktik atau 'on the job training' di puskesmas yang ada di Palangka Raya," katanya.

Peserta kegiatan itu, pada bidan di seluruh puskesmas di kabupaten setempat dan RSUD dr H Soemarno Sosroadmojo Kuala Kapuas.

"Dalam kegiatan pelatihan itu, saya menyampaikan materi tentang kebijakan dan strategi penurunan AKI, AKB, dan stunting," demikian Tonun.