BORNEONEWS, Kuala Kurun - Polres Gunung Mas melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu hasil pengungkapan perkara selama bulan Mei 2025 dengan berat hampir 100 gram.
Prosesi pemusnahan yang digelar di Markas Polres Gunung Mas ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Gunung Mas, Kompol Indras Purwoko, Kamis, 12 Juni 2025.
Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari Laporan Polisi tertanggal 21 Mei 2025, yang menjerat seorang tersangka perempuan berinisial ND.
"Dari tangan tersangka, Satuan Reserse Narkoba Polres Gunung Mas berhasil mengamankan sabu dengan berat kotor total 99,88 gram (berat bersih 98,46 gram). Jika diuangkan, nilai barang haram tersebut diperkirakan mencapai Rp120 juta," kata Wakapolres Gunung Mas, Kompol Indras Purwoko mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, Jumat, 13 Juni 2025.
Dia melanjutkan, Ini adalah bukti keseriusan dan komitmen kami Polres Gunung Mas untuk memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
--page
Sebelum dimusnahkan, barang bukti tersebut telah melalui proses penyisihan sesuai prosedur. Dari total berat bersih 98,46 gram, disisihkan sebanyak 0,15 gram untuk pemeriksaan laboratoris di Balai POM Palangka Raya dan 0,78 gram untuk kepentingan pembuktian di persidangan.
"Sisa barang bukti dengan berat bersih 97,53 gram (berat kotor 98,95 gram) inilah yang kita musnahkan. Dengan memusnahkan barang haram ini, kita telah berhasil menyelamatkan kurang lebih 499 jiwa, terutama generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba," tambah Wakapolres.
Proses pemusnahan dilakukan dengan cara melarutkan serbuk kristal sabu ke dalam wadah berisi air yang telah dicampur dengan bahan kimia, kemudian diaduk hingga larut dan dibuang ke tempat yang aman untuk memastikan tidak dapat disalahgunakan kembali.
Sementara itu, Kasat Narkoba Iptu Abi Wahyu Prasetyo, menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja keras dan informasi dari masyarakat.
"Kasus ini menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius. Kami tidak akan berhenti dan akan terus mengejar siapa pun yang terlibat dalam jaringan ini. Terima kasih kepada masyarakat yang telah proaktif memberikan informasi," tukasnya. (RISKA YULYANA/Y)









