PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mengeluarkan peringatan terkait tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan hasil deteksi dini Pemetaan Risiko Berbasis Analisa Dini (Perisai) per tanggal 13 Juni 2025, sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya menunjukkan tingkat kemudahan terbakar di lapisan atas permukaan tanah pada level sangat tinggi (warna merah). Sebagian wilayah lainnya berada pada level tinggi (warna kuning).

Plt Kepala BPBD Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi, menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Tingkat kemudahan terbakar yang tinggi menandakan bahaya kebakaran yang signifikan.

Budi menjelaskan bahwa data Perisai menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Warna merah pada peta Perisai mengindikasikan risiko kebakaran yang sangat tinggi, sementara warna kuning menunjukkan risiko tinggi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk proaktif dalam upaya pencegahan karhutla. Masyarakat diminta untuk menghindari aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok tidak pada tempatnya," katanya, Jumat, 13 Juni 2025.

--page

Untuk memantau perkembangan situasi karhutla, masyarakat dapat mengakses website Perisai secara berkala melalui alamat bpbd.palangkaraya.go.id/perisai. Website ini menyediakan informasi terkini mengenai tingkat risiko kebakaran di berbagai wilayah Kota Palangka Raya.

BPBD Palangka Raya berkomitmen untuk terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

"Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/y)