PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia atau HISKI sukses menggelar Lokakarya Penulisan Kreatif Sastra dan Penciptaan Produk Kreatif Berbasis Tradisi Lisan dan Manuskrip pada 11-12 Juni 2025 di Palangka Raya.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dan melibatkan panitia pusat serta panitia lokal sebagai bagian dari kolaborasi akademik dan budaya.

Ketua Umum HISKI, Novi Anoegrajekti kepada Borneonews pada Jumat, 13 Juni 2025 menyatakan bahwa lokakarya ini menghasilkan beragam produk Hak Kekayaan Intelektual atau HKI.

"Di antaranya adalah HKI Antologi Karya Sastra, HKI 5 karya Alihwahana terpilih, HKI 5 Alihwahana TIM, dan HKI Festival, yang bertujuan untuk memperkuat ekosistem kreatif berbasis sastra dan tradisi lisan," kata Prof Novi.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi kreatif yang membahas teknik penulisan serta strategi alih wahana dari teks sastra ke bentuk baru yang lebih adaptif dengan perkembangan zaman.

Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk mendokumentasikan tradisi, tetapi juga untuk mendorong inovasi dalam penciptaan karya sastra yang memiliki nilai ekonomi dan intelektual.

Pada penghujung acara, HISKI juga menetapkan HKI atas kegiatan lokakarya sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja sama antara panitia pusat, panitia lokal, serta seluruh narasumber yang terlibat.

"Hal ini merupakan komitmen HISKI dalam mendukung hak cipta dan pengembangan karya kreatif berbasis tradisi," tambahnya.

Ketua Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia atau HISKI Komisariat Kalimantan Tengah, Alifiah Nurachmana menuturkan bahwa para peserta memberikan respon positif terhadap lokakarya ini, menyebutnya sebagai langkah strategis dalam penguatan literasi dan perlindungan budaya lokal.

"Keberhasilan penyelenggaraan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas sastra dan akademisi untuk terus berkontribusi dalam pelestarian dan pengembangan tradisi lisan serta manuskrip," tutur Alifiah.

Dengan hasil-hasil yang telah dicapai, Alifiah menuturkan bahwa HISKI semakin memperkuat posisinya sebagai wadah akademik yang tidak hanya mengkaji sastra, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan budaya dan industri kreatif berbasis literasi.(TESTI PRISCILLA/R)