PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Tengah Ahmad Toyib mengapresiasi peran perusahaan perkebunan dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama penggunaan sistem digital untuk deteksi dini.

Pernyataan ini disampaikan usai Zoom Meeting bersama 120 perusahaan anggota GAPKI Kalteng dan BPBD kabupaten/kota se-Kalteng, yang diikuti pula oleh perwakilan dari PT GIJ dan PT BGA.

“Kita mengapresiasi kesiapsiagaan yang sudah dibangun perusahaan. Mereka bukan hanya menyiapkan armada damkar dan personel, tapi juga memanfaatkan teknologi untuk deteksi dini,” ujar Ahmad Toyib di Palangka Raya, baru baru ini.

Ahmad Toyib menyatakan bahwa peran aktif dunia usaha menjadi bagian penting dalam mencapai target Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2025.

PT BGA diketahui mengoperasikan sistem berbasis aplikasi Fire Hunter dan General Inspection untuk pemantauan hotspot dan pelaporan kejadian secara real-time.

Selain dukungan teknologi, BGA juga memiliki lebih dari 1.200 satgas inti dengan kesiapan 92 persen, yang telah mendapatkan pelatihan fire drill rutin. (HERMAWAN DP/H)