PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mencari sumber daya genetik baru yang dapat meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan kelapa sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP mendukung program eksplorasi ke Tanzania.

Program ini bertujuan untuk mendapatkan material genetik yang beragam sebagai bahan pemuliaan varietas unggul kelapa sawit di Indonesia. Dengan semakin banyaknya sumber genetik, peluang untuk merakit varietas yang adaptif terhadap perubahan iklim dan lebih tahan terhadap serangan hama semakin besar.

Eksplorasi ini didasari oleh filosofi Prof. Dr. Ir. Sjamsoe'oed Sadjad, Bapak Benih Indonesia, yang menyatakan bahwa benih yang ditanam hari ini adalah janji untuk masa depan. Industri kelapa sawit Indonesia telah melalui perjalanan panjang dalam meningkatkan produktivitas tanaman melalui pemuliaan. Dimulai dari 4,3 ton CPO per hektar per tahun pada 1960-an, kini hasil terbaik telah mencapai lebih dari 10 ton per hektar per tahun berkat program pemuliaan yang berkelanjutan.

Perwakilan PT Riset Perkebunan Nusantara sekaligus Ketua Tim Periset Eksplorasi SDG Tanzania, Dr Edy Suprianto dalam rilis BPDP mengatakan bahwa Tanzania dipilih sebagai lokasi eksplorasi karena merupakan salah satu pusat asal kelapa sawit.

"Eksplorasi ini dilakukan oleh tim peneliti dari Indonesia bersama Tanzania Agricultural Research Institute atau TARI dan Tanzania Plant Health and Pesticide Authority atau TPHPA," kata Edy pada Jumat, 13 Juni 2025.

Mereka mengunjungi sepuluh wilayah berbeda untuk mengumpulkan aksesi kelapa sawit yang tumbuh di berbagai ketinggian dan kondisi geografis.

Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa sebanyak 102 aksesi kelapa sawit telah berhasil dikoleksi, dengan 84 aksesi bertipe Dura dan 18 bertipe Tenera. Melalui pengolahan tandan secara manual, tim memperoleh lebih dari 83.000 butir benih yang kemudian menjalani serangkaian perlakuan dan pengujian sesuai persyaratan karantina. Benih tersebut saat ini dalam proses pengolahan dan akan digunakan dalam pemuliaan lebih lanjut.

"Sebagai tindak lanjut dari eksplorasi ini, pimpinan TARI mengunjungi Indonesia untuk memahami lebih dekat industri kelapa sawit nasional, mulai dari penelitian hingga proses produksi dan pengolahan. Kunjungan ini membuka peluang kerja sama lebih luas antara kedua negara dalam pengembangan teknologi dan inovasi kelapa sawit," jelasnya.

Dengan hadirnya material genetik baru dari Tanzania, eksplorasi ini diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia. Kerja sama berbagai pihak dalam program ini membuktikan bahwa pembangunan industri sawit yang berdaya saing tinggi membutuhkan sinergi dan inovasi berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/H)