SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penyerapan gabah yang dilakukan oleh Perum Bulog Kantor Cabang Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya menguntungkan bagi petani, tapi bagi pelkay usaha penggilingan di Kabupaten Kotim. 

"Serapan gabah per hari kemarin itu sudah 2100 ton di Kotim, dan setiap harinya terus bertambah karena masa panen masih berlangsung," kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad,  Sabtu, 14 Juni 2025.

Lebih lanjut ia mengungkapkan gabah yang diserap dari petani tersebut langsung dikeringkan dan digiling. Fuad menjelaskan proses menjadikan padi ke beras, pihaknya bekerjasama dengan penggilingan lokal. 

"Jadi program penyerapan gabah ini cukup banyak, salah satunya UMKM khususnya di bidang penggilingan beras," ujarnya. 

Ia menyampaikan karena sebelum adanya progam penyerapan gabah oleh Bulog, penggilingan padi lesu karena sebagian besar gabah para petani dibeli oleh tengkulak Banjarmasin Kalimantan Selatan, sehingga pelaku usaha penggilingan kekurangan bahan. 

"Akhirnya pengusaha penggilingan padi contohnya di Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit tidak kebagian, karena gabah sudah dibawa ke Banjar dan digiling di sana. Sekarang dengan diserap Bulog, gabah itu langsung digiling di Lampuyang juga sehingga bisa memberdayakan penggilingan-penggilingan kecil di sana," ucapnya. 

Program ini terbukti berhasil memberdayakan usaha penggilingan lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kotim. (DEVIANA/H)