BORNEONEWS, Palangka Raya – Penanganan premanisme dan ormas bermasalah di Kalimantan Tengah tidak hanya dilakukan secara represif, tetapi juga dengan pendekatan preventif, edukatif, dan pembinaan sosial.
Hal itu ditegaskan Gubernur H. Agustiar Sabran dalam sambutannya saat Rapat Evaluasi Satgas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Ormas Bermasalah di Hotel Best Western.
“Dalam kesempatan baik ini, mari kita perkuat komitmen dan sinergi kita, untuk bersama-sama menunjukkan bahwa negara hadir, dan tidak akan memberikan ruang bagi praktik-praktik yang mengganggu ketenteraman,” ucapnya.
Menurutnya, pembinaan dan pengawasan ormas tidak bisa diserahkan kepada satu pihak, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah.
Gubernur juga menyoroti pentingnya menyentuh akar masalah seperti faktor ekonomi, sosial, serta minimnya pemahaman hukum yang mendorong timbulnya aksi premanisme.
Ia berharap strategi yang dibangun ke depan lebih tajam dan terukur dalam menjaga stabilitas daerah demi kelancaran pembangunan. (HERMAWAN DP/H)
Rapat Evaluasi Satgas Premanisme Kalteng Fokuskan Langkah Preventif dan Edukasi
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







