PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Penanganan premanisme dan ormas bermasalah di Kalimantan Tengah tidak hanya dilakukan secara represif, tetapi juga dengan pendekatan preventif, edukatif, dan pembinaan sosial.

Hal itu ditegaskan Gubernur H. Agustiar Sabran dalam sambutannya saat Rapat Evaluasi Satgas Terpadu Operasi Penanganan Premanisme dan Ormas Bermasalah di Hotel Best Western.

“Dalam kesempatan baik ini, mari kita perkuat komitmen dan sinergi kita, untuk bersama-sama menunjukkan bahwa negara hadir, dan tidak akan memberikan ruang bagi praktik-praktik yang mengganggu ketenteraman,” ucapnya.

Menurutnya, pembinaan dan pengawasan ormas tidak bisa diserahkan kepada satu pihak, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen masyarakat dan pemerintah.

Gubernur juga menyoroti pentingnya menyentuh akar masalah seperti faktor ekonomi, sosial, serta minimnya pemahaman hukum yang mendorong timbulnya aksi premanisme.

Ia berharap strategi yang dibangun ke depan lebih tajam dan terukur dalam menjaga stabilitas daerah demi kelancaran pembangunan. (HERMAWAN DP/H)