BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Palangka Raya Hasan Busyairi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yang berisiko mengalami stunting di lingkungan sekitar mereka.
Hasan menekankan pentingnya pesan serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.
Stunting, yang merupakan masalah gizi kronis pada anak, masih menjadi perhatian serius di Palangka Raya Kondisi ini dapat berdampak buruk pada perkembangan fisik dan kognitif anak, sehingga perlu penanganan yang komprehensif dan terpadu.
Komisi III DPRD Palangka Raya menyadari bahwa upaya pencegahan dan penanggulangan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari masyarakat.
Masyarakat diharapkan dapat berperan sebagai detektor dini dan pelapor kasus stunting di lingkungannya.
"Mari kita sama-sama peduli dengan anak-anak di sekitar kita yang berisiko stunting," Hasan, Sabtu, 14 Juni 2025.
Mereka mengajak masyarakat untuk aktif memantau pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di lingkungan mereka.
Selain memantau, masyarakat juga didorong untuk memberikan dukungan dan bantuan kepada keluarga yang memiliki anak berisiko stunting. Dukungan ini dapat berupa edukasi tentang gizi seimbang, akses terhadap layanan kesehatan, dan bantuan lainnya.
"Dengan meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, diharapkan upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Palangka Raya dapat lebih efektif dan berhasil," pungkasnya. (PATHUR/R)









