PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, palangka Raya - Sebagai bagian dari implementasi kerja sama riset eksplorasi kelapa sawit, Pimpinan Tanzania Agricultural Research Institute atau TARI melakukan kunjungan ke Indonesia pada akhir Mei 2025.

Ketua Tim Periset Eksplorasi SDG Tanzania dari PT Riset Perkebunan Nusantara, Dr Edy Suprianto menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari lebih dalam industri kelapa sawit Indonesia dari aspek hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat hubungan bilateral dalam bidang riset perkebunan.

Dalam kunjungan tersebut, pihak TARI mengunjungi Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS Medan dan PPKS Unit Marihat untuk memahami peran riset dalam pengembangan industri.

Mereka juga mengunjungi PT Socfin Indonesia guna melihat secara langsung proses produksi benih dan budidaya perkebunan, serta PT SMART Tbk untuk mengetahui teknologi pengolahan inti sawit dan refinery.

"Dampak dari riset eksplorasi ini sangat signifikan dalam konteks sumber daya genetik. Kehadiran material genetik dari Tanzania menambah keragaman koleksi plasma nutfah kelapa sawit Indonesia, melengkapi hasil eksplorasi sebelumnya dari negara Kamerun, Angola, dan Ekuador," kata Dr Edy dalam rilis Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Keanekaragaman ini menjadi aset penting bagi industri kelapa sawit nasional untuk meningkatkan daya adaptasi tanaman terhadap tantangan lingkungan.

Dalam jangka panjang, material genetik dari Tanzania akan menjadi bagian dari program pemuliaan yang dapat diintegrasikan dengan populasi kelapa sawit eksisting.

"Tujuannya adalah menciptakan varietas baru dengan karakter yang lebih unggul, seperti ketahanan terhadap perubahan iklim, toleransi terhadap serangan hama dan penyakit, serta peningkatan produktivitas hasil panen," jelasnya.

Berbekal sumber keragaman genetik yang baru, institusi pemuliaan di Indonesia terus berupaya merakit varietas kelapa sawit yang lebih adaptif dan produktif. Proses ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan inovasi dan kemajuan bagi industri kelapa sawit nasional.

"Kolaborasi dan sinergi antara berbagai pihak dalam pelaksanaan riset eksplorasi ini menunjukkan bahwa pembangunan industri kelapa sawit merupakan tanggung jawab bersama. Dengan dukungan dari pemerintah, peneliti, dan perusahaan perkebunan, Indonesia berupaya menjaga daya saing dan keberlanjutan industri sawit di tingkat global," bebernya.

Pemanfaatan hasil eksplorasi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi pertanian dan ekonomi Indonesia. Dengan semakin kaya sumber daya genetik yang dimiliki, harapan terhadap pengembangan varietas kelapa sawit yang lebih tangguh dan produktif semakin besar.

Ke depan, kerja sama antara Indonesia dan Tanzania dalam bidang riset perkebunan akan terus diperkuat. Upaya bersama ini membuktikan bahwa inovasi dan keberlanjutan dalam industri kelapa sawit dapat dicapai melalui sinergi global serta pemanfaatan sumber daya genetik yang lebih luas.(TESTI PRISCILLA/R)