BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah Kemenag, Hasan Basri mengatakan, tiga haji reguler asal Kalteng meninggal dunia usai menyelesaikan rangkaian ibadah haji.
"Total haji Embarkasi Banjarmasin asal Kalteng yang meninggal di Tanah Suci sudah mencapai tiga orang. Selain itu juga ada satu haji khusus meninggal saat tiba di Tanah Air," kata Hasan Basri, Sabtu 14 Juni 2025.
Haji dari Kalteng yang meninggal dunia di Arab Saudi yang pertama adalah Hartati (48) asal Pulang Pisau, tergabung dalam kloter BDJ 6. Almarhumah wafat pada Senin 15 Mei 2025 pukul 04.20 WAS.
Kemudian ada Adnan Hadri (79) asal Kapuas dan tergabung dalam Kloter BDJ 3. Almarhum meninggal dunia pada Rabu 11 Juni 2025 pukul 04.42 WAS di Rumah Sakit King Faisal Makkah.
Selanjutnya yang ketiga adalah Mujianto (65) asal Kabupaten Kotawaringin Barat dan tergabung dalam Kloter BDJ 3. Almarhum meninggal pada Jumat 13 Juni 2025 pukul 02.44 WAS di Rumah Sakit King Abdul Aziz Makkah.
Sedangkan satu haji khusus meninggal setibanya di Indonesia yang tergabung dalam PIHK PT Najah Hurrahman ini bernama Ngatemi (55) asal Kotawaringin Barat.
"Almarhumah sempat dirawat di Rumah Sakit Sitanala, Tangerang, Banten, sehari sebelum menghembuskan nafas terakhirnya pada Rabu 11 Juni 2025 pukul 17.15 WIB," kata Hasan.
Dia mengatakan jamaah haji yang meninggal karena sakit akan mendapatkan asuransi sesuai dengan biaya perjalanan ibadah haji yang dibayarkan, sedangkan yang meninggal karena kecelakaan akan mendapat asuransi dua kali lipat.
Untuk pembayaran asuransi, akan dilakukan pada saat operasional haji 2025 berakhir. Keluarga jamaah yang meninggal diminta untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan.
"Untuk pembayaran asuransi ini akan dilakukan Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah," kata Hasan Basri.*
ANTARA









