PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Kalimantan Tengah, Raden Anggy Priansyah mengungkapkan bahwa penyaluran kredit pada bank umum di wilayah tersebut masih didominasi oleh kredit non-UMKM.

"Total nilai penyaluran kredit non-UMKM mencapai Rp32,04 triliun atau 62,99 persen dari keseluruhan kredit yang beredar," kata Raden Anggy pada Sabtu, 14 Juni 2025.

Selain kredit non-UMKM, bank umum juga menyalurkan kredit kepada sektor usaha mikro dengan nilai Rp8,79 triliun atau 17,28 persen, usaha kecil sebesar Rp6,133 triliun atau 12,45 persen, serta usaha menengah dengan total Rp3,70 triliun atau 7,28 persen.

Proporsi ini menunjukkan bahwa sektor UMKM masih memiliki ruang untuk meningkatkan akses pembiayaan di wilayah Kalimantan Tengah.

Raden Anggy menekankan bahwa pemantauan terhadap penyaluran kredit terus dilakukan untuk memastikan keseimbangan pembiayaan antara sektor non-UMKM dan UMKM.

“Kami berupaya mendorong akses kredit yang lebih luas bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor usaha mikro dan kecil di Kalimantan Tengah menunjukkan peningkatan dalam pemanfaatan kredit, meskipun masih tertinggal dibandingkan sektor non-UMKM. Hal ini mendorong OJK untuk lebih aktif dalam edukasi finansial serta peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha kecil.

Dengan upaya yang berkelanjutan dari OJK dan lembaga keuangan, diharapkan distribusi kredit akan semakin merata dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah. Para pelaku usaha di sektor UMKM juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang tersedia guna memperkuat usaha mereka di tengah tantangan ekonomi saat ini.(TESTI PRISCILLA/R)