BORNEONEWS, Palangka Raya - Lokakarya Penulisan Kreatif Sastra dan Penciptaan Produk Kreatif Berbasis Tradisi Lisan dan Manuskrip yang diselenggarakan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia atau HISKI berlangsung di Palangka Raya pada 11-12 Juni 2025.
Acara ini diikuti oleh berbagai kalangan akademisi dan praktisi sastra, termasuk Pustakawan Ahli Utama di Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan.
Ia menjadi salah satu peserta paling senior dalam lokakarya yang bertujuan untuk memperkuat tradisi literasi dan kreativitas berbasis budaya lokal.
Selain lokakarya, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi HISKI untuk melantik kepengurusan baru di Komisariat Kalimantan Tengah. Alifiah Nurachmana, yang menjabat sebagai Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Palangka Raya, didapuk sebagai ketua.
Dengan kepemimpinannya, diharapkan HISKI Komisariat Kalimantan Tengah dapat lebih aktif mengembangkan dan mempromosikan sastra lokal melalui berbagai program inovatif.
Dalam lokakarya tersebut, sebanyak 30 peserta diminta untuk menghasilkan karya sastra berdasarkan tradisi lisan dan manuskrip yang telah beredar di Kalimantan Tengah.
Mereka menciptakan berbagai jenis karya, seperti cerpen, puisi, dan pantun, yang berakar dari kekayaan budaya daerah.
Setiap peserta berusaha menangkap esensi sastra tradisional agar tetap relevan di era modern sekaligus menjadi warisan yang dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
Di antara para peserta, Dr Guntur Talajan menampilkan karya yang berbeda dari lainnya. Alih-alih membuat cerpen atau puisi, ia menciptakan sebuah Karungut, bentuk kesenian khas budaya Dayak.
Karungut yang ia hasilkan merupakan refleksi dari proses kreatif yang memanfaatkan kekayaan tradisi lisan serta mendukung pelestarian budaya lokal.
Karyanya menjadi salah satu bentuk konkret dari usaha menghidupkan kembali seni bertutur yang mulai jarang ditemukan di tengah masyarakat.
"Lokakarya ini tidak hanya memperkaya wawasan para peserta mengenai sastra dan tradisi lisan, tetapi juga mendorong munculnya produk kreatif berbasis kearifan lokal," kata Guntur kepada Borneonews pada Sabtu, 14 Juni 2025.
Lewat diskusi dan proses penciptaan karya, para akademisi dan penulis yang hadir memiliki kesempatan untuk berbagi perspektif serta teknik dalam mengembangkan sastra berbasis budaya daerah.
"Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak individu, terutama generasi muda, untuk turut serta melestarikan sastra lisan sebagai bagian dari identitas budaya kita," tambah Guntur yang dikenal sebagai tokoh masyarakat Dayak Ot Danum ini.
Dengan berakhirnya kegiatan pada 12 Juni 2025, HISKI Komisariat Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sastra dan budaya daerah.
"Upaya pelestarian seperti ini sangat penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi lisan di era digital. Melalui berbagai program dan kolaborasi, HISKI diharapkan dapat terus memberikan kontribusi nyata dalam bidang sastra dan kebudayaan di Kalimantan Tengah," kata Alifiah yang baru saja menggenggam kepemimpinannya.(TESTI PRISCILLA/R)









