TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Relawan Mungkur Kandangan di Kelurahan Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, menyerahkan bantuan hasil donasi warga dari empat Rukun Tetangga (RT) di lingkungan mereka kepada korban kebakaran rumah di Gang Damai RT 03, Sabtu malam, 14 Juni 2025.

Donasi yang terkumpul mencapai Rp3.000.000, disalurkan secara langsung kepada keluarga yang rumahnya hangus dilalap api pada peristiwa kebakaran dua hari sebelumnya.

Penasihat Relawan Mungkur Kandangan, Kusairi, menjelaskan bahwa aksi penggalangan dana ini lahir dari inisiatif warga yang merasa prihatin atas musibah yang menimpa salah satu tetangga mereka.

"Karena ada warga kami yang tertimpa musibah kebakaran kemarin di Gang Damai RT 03, maka tergeraklah hati para relawan untuk menggalang dana. Kami berjalan dari RT 01, RT 02, RT 03, hingga RT 04, dan hasilnya kami serahkan kepada keluarga yang tertimpa musibah itu sebagai tanda simpati kami," terangnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban korban dan menjadi penguat semangat untuk tetap tabah dan sabar dalam menghadapi ujian hidup.

"Kami hanya ingin menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan, kebersamaan dan empati masih hidup di kampung ini. Semoga amal ibadah semua pihak yang telah menyumbang mendapat ridha dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala," tambahnya dengan penuh harap.

Penyerahan bantuan berlangsung secara sederhana namun penuh kehangatan, disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan warga sekitar. Aksi kemanusiaan ini juga menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.

Suasana duka mendadak menyelimuti Gang Damai RT 03 Kelurahan Tamiang Layang pada Kamis, 12 Juni 2025. Rumah milik Mahrida, pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Barito Timur, ludes dilalap api sekitar pukul 14.00 WIB.

Tragisnya, saat musibah terjadi, Mahrida sedang tidak berada di rumah. Api diduga mulai membesar dari arah dapur ketika istrinya berada di dalam rumah. Dalam kondisi panik, ia hanya bisa menyaksikan kobaran api yang dengan cepat membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah yang sebagian besar berbahan kayu.

“Saya sedang berada di luar. Tahu-tahu rumah sudah terbakar. Dugaan sementara api berasal dari dapur, tapi saya belum bisa memastikan,” kata Mahrida saat dimintai keterangan saat itu.

Ia tampak masih sulit percaya rumah yang menjadi tempat bernaung keluarganya kini hanya tersisa puing-puing hitam dan bau hangus.

Kobaran api yang cepat membesar karena cuaca panas membuat upaya pemadaman menjadi sangat sulit. Petugas BPBD Damkar bersama Relawan Matabu Jaya, Relawan Mungkur Kandangan, dan Sulung Rescue sigap datang ke lokasi. Namun meski berjibaku memadamkan api, mereka hanya berhasil menyelamatkan sedikit dinding depan rumah yang belum sempat dilalap api.

Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material cukup besar. Beberapa barang seperti sepeda motor, televisi dan pakaian berhasil dievakuasi. Sayangnya, sejumlah surat berharga termasuk sertifikat tanah tidak sempat diselamatkan dan hangus terbakar. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)