BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) mengungkapkan bahwa sektor pendidikan di wilayah tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan. Hal ini dibuktikan dari data Rapor Pendidikan yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan, yang mencerminkan capaian positif berbagai satuan pendidikan di Kalteng.
“Alhamdulillah, Kalimantan Tengah berhasil naik kategori dalam capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM). Ini merupakan langkah maju dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, di Palangka Raya, Minggu, 15 Juni 2025.
Tahun sebelumnya, Kalteng masih berada pada kategori rintangan tuntas muda dengan skor 60–69. Kini, provinsi ini telah mencapai tingkat tuntas pertama dengan nilai 71,35.
Menurut Reza, pencapaian ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen pendidikan—dari SMA, SMK hingga Sekolah Khusus (SKh)—yang terus berupaya meningkatkan mutu layanan.
“Namun capaian ini bukan akhir, justru menjadi titik awal untuk terus bergerak lebih baik. Kami dorong semua satuan pendidikan untuk terus meningkatkan Rapor Pendidikan masing-masing,” tegasnya.
Perkembangan positif juga terlihat dari peningkatan skor literasi dan numerasi. Untuk jenjang SMA, literasi naik dari 69,26 menjadi 72,78. Di SMK, dari 70,45 menjadi 74,34. Peningkatan tertinggi tercatat di Sekolah Khusus, yang melonjak dari 35,47 menjadi 70.
Kemampuan numerasi juga mencatatkan hasil membanggakan. SMA naik dari 63,56 menjadi 68,54, SMK dari 62,1 ke 68,93, dan Sekolah Khusus mencatat lonjakan luar biasa dari 58,6 ke angka 85.
“Ini tidak lepas dari perhatian serius Bapak Gubernur Agustiar Sabran terhadap dunia pendidikan. Komitmen beliau sangat besar untuk membangun pendidikan yang merata dan berkualitas,” jelas Reza.
Tingkat kepuasan dunia kerja terhadap lulusan SMK di Kalimantan Tengah juga meningkat tajam. Dari skor 68,37 pada tahun 2024, kini menjadi 75,89 di 2025. Ini menjadi indikator bahwa lulusan SMK di Kalteng semakin siap dan kompetitif di dunia kerja.
Selain itu, angka partisipasi sekolah juga meningkat sebesar 3,03%. Menurut Reza, hal ini merupakan buah dari berbagai strategi, seperti pelatihan guru daring, asesmen minat dan bakat, serta pelatihan kompetensi dasar untuk siswa.
Transformasi digital dalam pendidikan juga terus digencarkan. Pemprov Kalteng melalui Disdik telah menyediakan papan tulis interaktif dan memperluas akses pendidikan ke daerah terpencil menggunakan panel surya dan jaringan Starlink.
“Inovasi ini sangat membantu, terutama bagi wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Kini anak-anak di pelosok Kalimantan Tengah bisa mengakses pembelajaran dengan lebih baik,” pungkas Reza.









