SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Wahito Fajriannor menyoroti tingkat inflasi di Kotim tahun 2025 yang tercatat sebesar 0,69 persen berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, meskipun angka ini terbilang rendah, tetap harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Berdasarkan info dari Badan Pusat Statistik Kotim ,Inflasi di daerah ini pada tahun 2025 sebesar 0,69 % harus menjadi perhatian. Pemerintah daerah harus peka dan cepat dalam menyiapkan kebijakan-kebijakan strategis untuk menstabilkan distribusi dan pasokan bahan kebutuhan pokok,” kata Wahito, Senin, 16 Juni 2025.

Wahito menekankan pentingnya menjaga kelancaran distribusi, ketersediaan, dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat, termasuk memberikan perlindungan kepada para produsen. Menurutnya, kebijakan yang pro-produsen sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan harga di tingkat konsumen.

“Produsen harus dibantu dengan jaminan ketersediaan bahan baku serta kemitraan yang mendukung agar biaya produksi tetap stabil. Ini menjadi bagian penting dari upaya menekan laju inflasi yang bisa mengganggu daya beli masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wahito mengingatkan inflasi yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan dampak serius seperti meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran. Oleh karena itu, ia meminta agar pemerintah daerah mengantisipasi kemungkinan lonjakan inflasi dengan langkah nyata dan terukur.

Dirinya juga mendorong agar upaya pengendalian inflasi melibatkan kerja sama lintas sektor, mulai dari OPD teknis, pelaku usaha, hingga masyarakat, agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. (DEWI PATMALASARI/j)