TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Kepala Desa Murutuwu, Empas, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia pelaksana ritual adat Ijame karena telah melibatkan Karang Taruna Patis Mayung dalam kepanitiaan tahun ini. Keterlibatan generasi muda ini dinilai sebagai langkah penting dalam menjaga dan melestarikan tradisi warisan leluhur.

Ijame adalah ritual sakral masyarakat Dayak Maanyan yang hanya dilaksanakan di Kabupaten Barito Timur. Ritual ini menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada orang yang telah meninggal, dengan mengangkat tulang-belulang mereka untuk disempurnakan secara adat sebelum dikembalikan kepada Sang Pencipta.

"Ini adalah acara kita semua. Saya sangat mengapresiasi Karang Taruna yang terlibat aktif dalam kepanitiaan Ijame. Mereka tidak hanya bergerak di bidang olahraga, tetapi juga selalu siap membantu dalam kegiatan-kegiatan sosial dan adat di desa," ujar Empas di Murutuwu, Senin, 16 Juni 2025.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga Desa Murutuwu, untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ritual berlangsung yang direncanakan berlangsung hingga 4 Agustus 2025.

"Ijame bukan sekadar prosesi adat, ini adalah kekayaan budaya lokal yang harus kita sukseskan bersama," tambahnya.

Terpisah, Penghulu Adat Desa Murutuwu, Montho Nyaben, menjelaskan bahwa pelaksanaan Ijame tahun ini telah memasuki tahapan Ngandru Aning atau persiapan awal. 

"Tanggal 15 Juli nanti akan dilaksanakan Tarawen atau pembongkaran kuburan. Prosesi ini berlangsung selama tujuh hari dan akan dilanjutkan dengan penyembelihan kerbau sebagai ungkapan syukur keluarga," jelas Montho.

Selama tujuh hari berikutnya, balai adat tidak boleh ditinggalkan. Masyarakat yang ditunjuk harus menjaga tulang-belulang yang telah diangkat karena masih ada sejumlah prosesi lanjutan yang harus dijalankan secara khidmat.

Ditanya mengenai keberlanjutan ritual ini di masa depan, Montho mengaku belum dapat memastikan apakah pelaksanaan tahun ini akan menjadi yang terakhir. 

"Salah satu kendala utama adalah semakin sulitnya menghadirkan Belian khusus yang mampu memimpin seluruh rangkaian ritual ini secara utuh," katanya.

Dengan seluruh rangkaian kegiatan yang diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan, ritual Ijame tidak hanya menjadi momen religius dan sakral, tetapi juga menjadi simbol hidupnya semangat gotong royong dan regenerasi dalam menjaga adat istiadat Dayak Maanyan di Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)