SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bendahara Fraksi Golkar DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Mariani menyoroti permasalahan serius terkait akses dan layanan transportasi barang serta penumpang di daerah tersebut. Ia menyebut kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan menyebabkan Kotim kehilangan peran strategisnya sebagai pintu gerbang Kalimantan Tengah.

Menurut Mariani, untuk menjadi daerah yang maju dan kompetitif, akses transportasi yang lancar dan terjangkau adalah faktor penting. Namun saat ini, jumlah penerbangan ke dan dari Bandara H. Asan Sampit sangat terbatas, dengan harga tiket pesawat yang masih tergolong tinggi.

“Mahalnya biaya tiket dan terbatasnya jadwal penerbangan membuat masyarakat Kotim justru memilih ke kabupaten tetangga seperti Kobar atau Palangka Raya. Ini ironi bagi Kotim yang dulunya dikenal sebagai gerbang Kalimantan Tengah,” ujar Mariani, Senin, 16 Juni 2025.

Tidak hanya itu, lanjut Mariani, mahalnya biaya ekspedisi pengiriman barang juga menjadi keluhan pelaku usaha. Banyak pengusaha atau distributor yang akhirnya memilih melakukan pengiriman barang dalam jumlah besar melalui pelabuhan di kabupaten tetangga yang dinilai lebih efisien dan ekonomis.

“Kotim kehilangan potensi ekonomi hanya karena tidak mampu menyediakan layanan transportasi yang kompetitif. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ucapnya. 

Fraksi Golkar mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim agar segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk maskapai penerbangan dan penyedia jasa logistik, untuk membuka lebih banyak jalur penerbangan dan menurunkan ongkos logistik melalui pelabuhan laut.

“Ini menjadi adalah anomali, dulu Kotim di citrakan sebagai pintu gerbang Kalimantan Tengah, tolong bisa menjadi perhatian,” pungkas Mariani. (DEWI PATMALASARI/j)