SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan jagung ke Bulog.  Bahkan, saat ini pasokan dari perusahaan sawit melampaui pasokan dari petani lokal.

"Saat ini ada dari Wilmar yang sudah memasok. Juga sudah ada perusahaan yang menelepon ke kami mengabarkan mereka lagi menjemur. Mungkin komposisinya nanti lebih banyak kebun yang jual ke Bulog," kata Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, Senin, 16 Juni 2025.

Fenomena ini sejalan dengan program pemerintah yang gencar meningkatkan produksi jagung, selain beras.  Program Penanaman Jagung Serentak 1 Juta Hektare, bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional, mendorong perusahaan sawit memanfaatkan lahan mereka untuk menanam jagung secara tumpang sari.

Bulog Kotim menargetkan penyerapan jagung minimal 86 ton di tahun 2025. Hingga saat ini, Bulog telah menerima 1.200 kilogram dari petani di Kecamatan Parenggean dan 1.733 kilogram dari PT Wilmar, total 2.933 kilogram. 

 Azwar Fuad optimis angka ini akan terus meningkat seiring dengan panen raya jagung. Namun, pihaknya juga menetapkan syarat kadar air maksimal 14 persen untuk jagung yang diterima.  

--page

"Mudah-mudahan nanti setelah kering, jagungnya dan kadar airnya 14 persen sehingga bisa masuk di gudang Bulog. Mudah-mudahan bulan Juni ini bisa nambah lagi," harapnya. 

Jagung yang diserap Bulog akan menjadi Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) dan disimpan di gudang Bulog hingga ada perintah dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk dilepas ke pasaran, biasanya saat harga jagung pakan melonjak tajam. 

 Saat ini harga jagung masih stabil, bahkan cenderung turun di beberapa sentra produksi nasional.  "Musim panen seperti ini harga malah turun sehingga menjadi momen Bulog menyerap untuk menyetok jagung. Biasanya nanti akan ada perintah mengeluarkannya di akhir tahun," jelasnya. (DEVIANA/Y)