PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Sebanyak 60 Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), telah aktif melaksanakan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L), sebagai bentuk nyata upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Bambang Purwanto, melakukan monitoring langsung terhadap perkembangan program ini.

Dalam kunjungannya, Bambang yang akrab disapa Pakde Bambang, mengapresiasi kemajuan signifikan yang dicapai oleh para KWT di Kobar.

“Program ini sangat penting untuk ketahanan pangan keluarga. Bahkan dapat mengurangi angka stunting karena masyarakat terdorong menanam berbagai tanaman pangan dan hortikultura di pekarangan rumah,” ujar Bambang, Senin, 16 Juni 2025.

Ia menyebutkan, banyak KWT di Kobar yang kini tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga, tapi juga berhasil menjual hasil panen mereka ke pasar lokal.

Salah satu kisah menarik yang ia temui adalah keberhasilan anggota KWT menjual bawang prei dengan harga tinggi.

“Alhamdulillah, perkembangan KWT sangat luar biasa. Bahkan ada cerita menarik, ada anggota KWT yang bilang bisa pulang kampung hanya karena hasil jual bawang prei atau daun bawang, karena sempat tembus Rp 100 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Selain bawang prei, petani wanita juga merasakan keuntungan besar saat harga cabai rawit melonjak. Mereka yang menanam cabai di pekarangan rumah turut menikmati hasil pertanian yang cukup menguntungkan.

Sejak tahun 2020, Bambang terus mengupayakan dukungan dana aspirasi untuk mendukung keberlangsungan program P2L. Setiap KWT mendapatkan bantuan hibah sebesar Rp 50 juta, serta dukungan lainnya guna memperkuat kemandirian kelompok.

“Ada 60 KWT di Kobar yang mendapatkan bantuan dana hibah, dan saya pantau langsung perkembangan mereka. Usaha mereka sangat membantu kehidupan sehari-hari dan sudah banyak yang mandiri,” tambahnya.

Bahkan, beberapa KWT mulai mengembangkan produk olahan dari hasil pertanian seperti keripik pisang dan keripik tempe, yang turut mendorong ekonomi kreatif di pedesaan.

“Sebagai bentuk apresiasi, saya berencana memberikan reward kepada KWT yang dinilai sukses. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kobar, khususnya Kabid Hortikultura Adi Budiarto, yang luar biasa dalam memberikan pendampingan langsung ke lapangan,” ucapnya.

Sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi IV DPR RI, Bambang menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian, pangan, dan hortikultura.

“Kami akan terus dorong agar program seperti P2L ini diperluas dan ditingkatkan kualitasnya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya. (DANANG/H)