BORNEONEWS, Sampit - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur berupaya menyusun strategi penanganan sampah yang efektif dan efisien. Langkah yang diambil tidak hanya untuk saat ini, tetapi berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Marjuki mengatakan upaya ini sesuai dengan arahan Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor saat melakukan inspeksi mendadak penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Jalan Jenderal Sudirman Sampit pada Jumat (13/6/2025).
"Pak Bupati menegaskan bahwa penanganan sampah menjadi salah satu prioritas. Penanganannya juga diarahkan agar secara berkelanjutan karena permasalahan sampah ini selalu ada, khususnya sampah rumah tangga," kata Marjuki, Senin, 16 Juni 2025.
Penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Penanganannya juga bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga semua perangkat daerah terkait.
Untuk mengurai tumpukan sampah di TPA, Dinas Lingkungan Hidup dibantu oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) yang telah menurunkan alat beratnya berupa ekskavator untuk membantu mengurai tumpukan sampah.
Terobosan lain juga diupayakan dalam menanggulangi tingginya produksi sampah rumah tangga, yakni dengan mengoptimalkan pemilahan sampah di depo sampah yang ada di Sampit. Dengan begitu, langkah ini bisa mengurangi volume sampah yang diangkut dan dibuang ke TPA.
Upaya lain yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup juga menyiapkan skema sanitary landfill untuk mengatasi masalah kelebihan kapasitas (overload) di TPA. Ini diharapkan dapat mengatasi tumpukan sampah di TPA.
Sistem sanitary landfill adalah sistem pengelolaan sampah dengan cara membuat suatu cekungan atau lubang pada tanah, lalu memasukkan tumpukan sampah ke dalamnya kemudian ditutup kembali dengan tanah.
Sampah yang dibuang ke dalam lubang tersebut adalah sampah yang cepat terurai, sedangkan sampah plastik dan semacamnya yang sulit terurai akan dipilah dan didaur ulang menjadi produk yang bisa dimanfaatkan, seperti paving block, briket dan sebagainya.
"Dengan berbagai terobosan ini mudah-mudahan masalah sampah bisa kita atasi dengan baik. Ini tentu terus kita tingkatkan secara berkelanjutan karena produksi sampah diperkirakan akan bertambah seiring bertambahnya jumlah penduduk. Untuk itu perlu upaya jangka panjang," pungkas Marjuki.(DEVIANA/R)









