BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua II Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sri Ani Rintuh, mendesak pemerintah kota untuk segera menebang pohon-pohon tua yang rawan tumbang.
Kekhawatiran ini muncul meskipun saat ini masih musim kemarau. Sri Ani berpendapat, tindakan preventif lebih baik dilakukan sekarang daripada menunggu musim hujan tiba dan pohon tumbang baru ditangani. Ia menekankan pentingnya antisipasi untuk menghindari kerugian dan korban jiwa.
Banyaknya pohon besar dan tua di Kota Palangka Raya menjadi alasan utama desakan tersebut. Sri Ani mengungkapkan sering menerima aspirasi warga terkait pohon-pohon yang membahayakan, salah satunya di Jalan Pinguin, Kelurahan Bukit Tunggal.
Warga merasa khawatir akan potensi pohon tumbang yang dapat menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Oleh karena itu, Sri Ani meminta pemerintah untuk bertindak cepat dan tidak menunda-nunda permasalahan ini.
Sri Ani juga meminta Pemko Palangka Raya untuk melakukan pemetaan pohon-pohon tua yang perlu ditangani. Pemetaan ini dinilai penting agar penanganan dapat tepat sasaran dan efisien, sehingga tindakan penebangan dapat dilakukan dengan cepat dan terhindar dari korban jiwa.
--page
Ia mengingatkan bahwa meskipun terlihat sepele, pohon tumbang dapat menimbulkan kerugian materiil bahkan mengancam nyawa warga.
"Memang ini sepertinya masalah yang sepele, tetapi kalau sudah ada pohon yang tumbang, bisa membuat warga rugi akibat rumah atau dagangannya tertimpa. Bahkan bisa meregang nyawa," ujar Sri Ani, Selasa, 17 Juni 2025
Lebih lanjut, Sri Ani mengajak warga untuk aktif melaporkan pohon-pohon tua yang rawan tumbang di sekitar lingkungan mereka. Kerja sama antara warga dan pemerintah dinilai penting untuk meminimalisir risiko dan kerugian akibat pohon tumbang, terutama saat musim hujan dengan angin kencang. Dengan langkah proaktif ini, diharapkan tidak ada lagi warga yang menjadi korban.
Sri Ani menutup pernyataannya dengan imbauan untuk peduli terhadap lingkungan sekitar demi keselamatan bersama.
"Saya berharap kejadian pohon tumbang yang menimbulkan kerugian dan korban jiwa dapat dihindari dengan tindakan preventif dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat," pungkasnya. (PATHUR/y)









